Simulasi Pemilu di Demak: Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Rawan Bencana

IMG-20240131-WA0030

Simulasi pemungutan dan penghitungan suara serta penggunaan Aplikasi Sirekap dalam Pemilu Tahun 2024 di Halaman Gedung IPHI Jogoloyo Demak. Foto: Sam

Demak, arusutama.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Demak menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara, di halaman gedung IPHI Jogoloyo, Wonosalam, Demak, Rabu (31/1/2024). Simulasi ini bertujuan untuk menguji kesiapan KPU, petugas, dan pemilih dalam menghadapi Pemilu 2024 yang akan digelar pada tanggal 14 Februari mendatang.

Ketua KPU Demak, Siti Ulfaati, mengatakan bahwa simulasi ini merupakan tindak lanjut dari simulasi sebelumnya yang telah dilakukan di Desa Timbul Sloko.

“Kami mengambil sampel di Desa Kuncir TPS dua dengan jumlah pemilih 172. Ini adalah tindak lanjut dari simulasi yang sudah kita lakukan pertama di Desa Timbul Sloko, dan memang ada perbedaan. Kalau di Timbul Sloko kami mengambil peserta dari masyarakat secara riil, kalau di sini kami menggunakan dari teman-teman PPK juga teman-teman PPS sebagai petugas dan juga sebagai pemilih. Untuk Linmas-nya kami ambil dari Linmas asli dari Desa Mijen,” ujarnya.

Simulasi ini juga dimaksudkan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem atau bencana alam yang dapat mengganggu jalannya pemungutan dan penghitungan suara.

“Gambaran ketika terjadi di hari H, ketika nanti ada jatuh terkena angin kencang atau sesuatu yang tidak kita duga, kami sudah menyiapkan untuk antisipasi, seperti tempat berteduh, tentunya dengan aturan yang ada. Boleh semisal di dalam rumah, pintunya atau jendelanya harus dibuka dan penerangannya juga harus cukup. Hal itu untuk meminimalisir jika terjadi hujan lebat dan angin kencang,” tutur Ulfaati.

Dirinya juga menjelaskan bahwa bagi pemilih yang tidak bisa memberikan suaranya secara mandiri, mereka boleh minta bantuan pendamping. “Bagi pemilih yang tidak bisa memberikan pemilihnya secara mandiri, yang bersangkutan boleh minta bantuan pendamping. ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) bisa memilih tapi harus ada pendampingan,” katanya.

Selain itu, KPU Demak juga telah melakukan pemetaan ulang dan pemutakhiran data terkait TPS yang rawan rob dan banjir. “Kami melakukan pemetaan ulang pemutakhiran kembali terkait TPS yang rawan, rawan rob dan banjir. Rawan rob ada 41, rawan banjir ada 31, jadi ada 72 yang kemungkinan itu rawan rob dan banjir. Data itu sudah kita serahkan ke Polres maupun BPBD itu mitigasi kita. Alternatif bisa pindah TPS, ada empat kecamatan yang rawan rob, yakni Sayung, Karangtengah, Bonang, Wedung. Kalau banjir masing-masing kecamatan ada potensi,” paparnya.

Ulfaati berharap bahwa simulasi ini dapat meningkatkan kualitas dan integritas Pemilu 2024 di Kabupaten Demak. “Kami berharap dengan simulasi ini kita bisa lebih siap dan lebih baik dalam melaksanakan Pemilu 2024. Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dengan bijak dan sesuai dengan hati nurani,” pungkasnya. (Sam)