Selapanan Fordaf, Upaya Fatayat NU Grobogan Cetak Kader Militan dan Agen Perubahan

IMG-20240204-WA0035

Pengurus PC Fatayat NU Grobogan usai kegiatan Fordaf di Gedung PCNU Grobogan. Foto: Ist.

Grobogan, arusutama.com – Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Grobogan mengadakan Selapanan Forum Daiyah Fatayat (Fordaf) di Gedung PCNU Grobogan, Minggu (4/2/2024). Acara ini diikuti oleh kurang lebih 500 anggota Fatayat NU dari 19 kecamatan se-Kabupaten Grobogan.

Menurut PC Fatayat NU bagian Dakwah, Nyai Kiswah Alhafidz, Fordaf merupakan forum bagi daiyah Fatayat NU yang bertujuan untuk menuntut ilmu, menjalin silaturahmi, dan mempererat komunikasi antara pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU. Selain itu, Fordaf juga diharapkan dapat melahirkan kader-kader militan yang siap berkhidmat di PAC masing-masing.

“Kami ingin daiyah Fatayat NU tidak hanya pandai berdakwah, tetapi juga memiliki wawasan luas, kreativitas, dan semangat juang yang tinggi. Kami ingin Fatayat menjadi agen perubahan yang positif di masyarakat,” ujar Nyai Kiswah.

Hal senada diungkapkan oleh PC Fatayat NU bagian sosial, Sahabat Isrotul Aeni. Ia mengatakan bahwa Fordaf merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan potensi kader Fatayat NU, khususnya di kalangan daiyah. Ia berharap, melalui Fordaf, daiyah Fatayat NU dapat meningkatkan kualitas diri dan kinerja organisasi.

“Kami ingin daiyah Fatayat NU menjadi contoh dan inspirasi bagi perempuan-perempuan muda lainnya. Kami ingin Fatayat menjadi pemimpin yang amanah, cerdas, dan berakhlak mulia,” kata Isrotul.

Acara Selapanan Fordaf ini dibuka dengan khataman Al-Qur’an dan do’a bersama, dilanjutkan dengan maulidur rosul dan mauidhoh hasanah.

Fatayat NU adalah salah satu badan otonom dari NU yang didirikan pada 7 Rajab 1369 H/24 April 1950 M di Surabaya. Fatayat NU bergerak di bidang pendidikan, dakwah, sosial, ekonomi, kesehatan, dan kebudayaan. Fatayat NU memiliki visi untuk mewujudkan perempuan muda yang beriman, berilmu, beramal, dan berakhlaq. (Sam)