Banjir Demak Meluas hingga 75 Desa, 4.000 Warga Lebih Terpaksa Mengungsi

Tanggul Sungai di Desa Ngemplik, Kecamatan Karanganyar, Demak yang jebol. Foto: Arusutama
ARUSUTAMA.com – Banjir yang melanda Kabupaten Demak telah meluas ke 10 kecamatan dan 74 desa, memaksa 4.244 warga untuk mengungsi. Dampak banjir ini terasa luas, dengan 75.004 jiwa atau 22.464 kepala keluarga terkena imbasnya. Fasilitas umum seperti 78 tempat ibadah, 2.907 hektar lahan pertanian, 11 fasilitas kesehatan, dan 39 sarana pendidikan serta kantor pemerintahan juga terendam.
Peristiwa ini bermula pada 13 Maret 2024, ketika hujan deras dan angin kencang meningkatkan debit air dari hulu ke hilir, menyebabkan banjir di beberapa wilayah Kabupaten Demak. Situasi diperparah dengan jebolnya tanggul sungai di Desa Bugel, Kabupaten Grobogan, yang menambah parah kondisi banjir di Demak.
Bupati Demak, Eisti’anah, menyatakan, “Kami berharap banjir ini bisa segera surut. Kami bekerja tanpa henti untuk memperbaiki tanggul yang jebol dan membantu warga yang terdampak,” ungkapnya.
Namun, dengan lima tanggul lain yang juga jebol, termasuk di Klambu Ngemplik Wetan, Dombo, Menur, Mranggen, Dukuh Menawan, Merak, Dempet, dan Jeratun di Desa Tambirejo, Gajah, keadaan menjadi semakin genting.
Sebagai respons, 24 tempat pengungsian telah disiapkan untuk memberikan perlindungan sementara bagi warga yang terdampak. Kebutuhan mendesak bagi pengungsi termasuk sembako, nasi bungkus, makanan kering, tikar, kasur, selimut, obat-obatan, makanan pendamping ASI, air mineral, air bersih, pampers untuk anak dan dewasa, serta pembalut.
Laporan ini diambil dari infografis BPBD Kabupaten Demak, update (16/3) pukul 18.00 WIB. (Sam)
