Rob Kian Mengkhawatirkan, Bupati Keluarkan SK Siaga Darurat Bencana di 21 Desa

Jalan Pantura Banjir

Banjir merendam jalur Pantura di Sayung, Demak akibat air laut pasang (rob), Jumat (13/12). Foto: ist

ARUSUTAMA.com – Tingginya intensitas hujan yang terjadi belakangan ini, ditambah dengan peningkatan siklus rob, kembali memicu banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Demak. Salah satu lokasi terparah adalah Jalur Pantura di Kecamatan Sayung, yang terendam banjir rob hingga ketinggian 40 sentimeter, Jumat (13/12).

Banjir rob di jalur utama tersebut menyebabkan gangguan pada akses transportasi. Pantauan sejak pagi menunjukkan genangan air mulai terlihat di kawasan setelah gerbang perbatasan Semarang menuju Demak. Banyak pengendara motor yang terpaksa memutar arah melalui jalan perkampungan, sementara kendaraan besar memilih melintas di sisi kanan untuk menghindari genangan. Beberapa sepeda motor bahkan mogok di tengah jalan akibat tingginya air.

Seorang pengendara asal Lamongan, Aga Andri Ardiansyah, menjadi salah satu korban dampak banjir rob tersebut. Ia mengaku kaget dengan kondisi yang lebih parah dari perkiraannya.

“Saya tahu kalau di sini sering rob, tapi nggak nyangka separah ini. Motor saya mogok karena air terlalu tinggi masuk ke mesin,” ungkapnya.

Aga harus menunggu sekitar 30 menit untuk memperbaiki kendaraannya sebelum dapat melanjutkan perjalanan.

Tak hanya menggenangi jalan nasional, banjir juga merendam permukiman di empat kecamatan: Sayung, Karangtengah, Bonang, dan Wedung. Kondisi ini mendorong Bupati Demak, Eisti’anah, untuk menetapkan status siaga darurat bencana melalui Surat Keputusan Nomor 360.2/826 Tahun 2024.

Dalam SK tersebut, 21 desa yang berpotensi terdampak bencana telah dipetakan, di antaranya Desa Gempol Songo (Mijen) dengan potensi tanggul kritis, Desa Jatisono (Gajah) dengan potensi tanggul jebol, dan Desa Banyumeneng (Mranggen) yang berpotensi mengalami tanggul longsor.

Bupati Eisti’anah menegaskan pentingnya langkah mitigasi untuk mengurangi dampak bencana. Ia juga menyerukan perbaikan infrastruktur seperti tanggul dan saluran air di wilayah-wilayah rawan, khususnya di Kecamatan Sayung.

“Kondisi cuaca yang tidak menentu masih berpotensi memperburuk situasi. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah-wilayah yang telah teridentifikasi rawan bencana,” tuturnya. (Sm)