May Day 2026 Demak Kolaboratif, Buruh Tetap Gaungkan Enam Tuntutan

Rapat koordinasi persiapan May Day 2026 di Kabupaten Demak yang melibatkan pemerintah, serikat pekerja, dan pemangku kepentingan, digelar untuk mematangkan konsep peringatan Hari Buruh yang kolaboratif dan kondusif. Foto: ist.
ARUSUTAMA.com – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kabupaten Demak akan berlangsung dengan pendekatan kolaboratif antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja. Meski dikemas dalam suasana kebersamaan, suara buruh tetap menjadi bagian penting dalam agenda tersebut.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Demak, Agus Kriyanto, menyampaikan bahwa tema yang diusung tahun ini adalah “Kolaborasi bersama mewujudkan kemajuan industri dan kesejahteraan pekerja untuk Demak semakin bermartabat, maju dan sejahtera.”
Menurutnya, rangkaian kegiatan akan diawali dengan sarasehan bersama BPJS Ketenagakerjaan dan perwakilan pekerja pada 27 April 2026 di Ballroom Wakil Bupati Demak.
“Puncak acara akan digelar pada 1 Mei 2026 di Sport Center Demak, dengan kegiatan senam bersama, hiburan, penyampaian aspirasi, serta pembagian doorprize,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Agus menambahkan, kepanitiaan tahun ini dipegang oleh serikat pekerja sebagai bentuk sinergi dan keterlibatan langsung buruh dalam penyelenggaraan May Day. Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan berbagai layanan publik dari OPD yang akan hadir, seperti layanan administrasi kependudukan, BPJS, donor darah, perpustakaan keliling, hingga cek kesehatan gratis.
Di sisi lain, Ketua Federasi Serikat Buruh Kimia, Energi, dan Pertambangan (FSP KEP) Demak, Poyo Widodo, mengungkapkan bahwa awalnya buruh berencana memperingati May Day secara mandiri melalui aksi konvoi. Namun, setelah dilakukan komunikasi dengan pemerintah daerah dan Apindo, diputuskan untuk menggelar peringatan secara bersama.
“Kesepakatan ini menunjukkan adanya ruang dialog yang baik. Namun demikian, kami tetap akan menyampaikan aspirasi buruh melalui orasi dalam puncak acara,” katanya.
Poyo menegaskan, ada sejumlah isu strategis yang akan disuarakan, di antaranya pengesahan RUU Ketenagakerjaan yang baru, penolakan sistem outsourcing dan upah murah, serta penghentian pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dinilai merugikan buruh.
Selain itu, buruh juga akan mendorong reformasi kebijakan pajak, termasuk penghapusan pajak pada THR dan JHT, serta mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset dan ratifikasi Konvensi ILO 190 terkait penghapusan kekerasan dan pelecehan di dunia kerja.
“May Day adalah momentum perjuangan sekaligus refleksi. Harapannya, kolaborasi ini tidak hanya seremonial, tetapi benar-benar membawa perubahan bagi kesejahteraan pekerja,” tegasnya.
Dengan konsep kolaboratif yang diusung, peringatan May Day 2026 di Demak diharapkan berjalan kondusif, sekaligus menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi antara buruh, pemerintah, dan dunia usaha dalam mendorong kemajuan industri daerah. (Sm)
