Diduga Keracunan MBG, 123 Santri dan Warga Demak Dilarikan ke Rumah Sakit

Keracunan MBG Demak

Petugas kesehatan menangani santri dan warga yang diduga mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi menu MBG di Desa Pilang Wetan, Kebonagung, Demak, Minggu (19/4/2026). Sebanyak 123 korban dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan. Foto: ist.

ARUSUTAMA.com – Insiden dugaan keracunan makanan kembali terjadi di Kabupaten Demak. Kali ini, sebanyak 123 santri dan warga di Desa Pilang Wetan, Kecamatan Kebonagung, harus dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan usai mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG), Minggu (19/4/2026).

Para korban dilaporkan mengalami gejala serentak berupa mual, muntah, sakit perut, pusing, hingga diare. Keluhan tersebut muncul setelah menyantap menu MBG yang dibagikan sehari sebelumnya, Sabtu (18/4/2026), yang terdiri dari nasi goreng, telur, susu, acar, dan buah jeruk.

Sebagian korban mengonsumsi makanan di lingkungan sekolah, sementara lainnya membawa pulang ke pondok pesantren dan dikonsumsi pada siang hingga sore hari. Gejala mulai dirasakan sejak sore hingga malam hari, dan terus bertambah hingga Minggu pagi.

Salah satu santri, Nur Sakinah, mengaku mengalami mual dan sakit perut setelah makan.

“Sakit perut, mual-mual,” ujarnya.

Korban berasal dari berbagai pondok pesantren dan lembaga pendidikan, di antaranya Ponpes Asnawiyah, Ponpes Bustanul Qur’an, Ponpes Hidayatul Mubtadiin, dan Ponpes Al Ma’arif, serta sejumlah sekolah di wilayah Pilang Wetan. Warga penerima manfaat program MBG juga turut terdampak dalam kejadian ini.

Para korban kemudian dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan, seperti Puskesmas Kebonagung, RSU PKU Muhammadiyah Gubug, RS Getas Pendowo Gubug, dan RS Sultan Fatah Karangawen. Tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Demak bersama tim reaksi cepat langsung melakukan penanganan intensif terhadap para korban.

Data sementara menunjukkan, Ponpes Asnawiyah mencatat jumlah korban terbanyak yakni 67 orang, disusul Ponpes Bustanul Qur’an sebanyak 39 orang. Sementara itu, 10 korban dari Ponpes Hidayatul Mubtadiin ditangani di lingkungan pondok, dan tujuh korban lainnya dirawat di Puskesmas Kebonagung.

Pihak kepolisian dari Polsek Kebonagung telah turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan, termasuk memeriksa tempat penyedia makanan (SPPG) yang mendistribusikan menu MBG tersebut. Hingga kini, penyebab pasti dugaan keracunan masih dalam proses pendalaman.

Diketahui, distribusi makanan MBG dilakukan melalui Yayasan Khidmatul Ummah Madani dengan mitra koordinator Santoso, sementara pengelolaan SPPG dipimpin oleh Lilin Arum Sari. Namun, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab kejadian maupun tanggung jawab atas penanganan korban. (Sm)