PKB Demak Tegaskan Soliditas di Muscab 2026, 13 Kursi DPRD Siap Kawal Aspirasi

Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Demak, Zayinul Fata, saat memberikan sambutan dalam Muscab 2026, menegaskan pentingnya soliditas kader dan perjuangan nyata untuk rakyat. Foto: ist.
ARUSUTAMA.com – Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Demak tahun 2026 berlangsung penuh semangat konsolidasi dan kebersamaan. Kegiatan yang digelar pada Minggu (19/04/2026) di Citra Alam Demak ini menjadi forum strategis dalam menentukan arah kebijakan serta langkah perjuangan partai ke depan.
Ketua DPC PKB Demak, Zayinul Fata, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Muscab tersebut. Ia menegaskan bahwa Muscab merupakan forum tertinggi di tingkat cabang yang memiliki peran krusial dalam pengambilan keputusan organisasi.
“Syukur Alhamdulillah, 19 April terselenggara Muscab. Muscab sebagai pengambil keputusan tertinggi di level cabang,” ujarnya.
Dalam suasana forum yang dinamis, Zayin berharap seluruh peserta dapat aktif berdiskusi guna memperkuat semangat politik kebangsaan. Menurutnya, dialog yang hidup menjadi kunci dalam merumuskan arah perjuangan partai yang lebih progresif.
“Harap terjadi diskusi yang aktif, bangun semangat memajukan politik kebangsaan,” katanya.
Ia juga memaparkan capaian PKB pada Pemilu sebelumnya yang dinilai sebagai hasil kerja kolektif seluruh kader dan simpatisan. Dengan perolehan 168.000 suara, PKB berhasil meraih 13 kursi DPRD Kabupaten, satu kursi DPR RI, serta dua kursi DPRD Jawa Tengah.
“Ini hasil kerja keras bersama, tidak ada kerja keras pribadi, melainkan kekuatan bersama,” tegasnya.
Zayin menambahkan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran para kiai yang senantiasa memberikan doa dan dukungan kepada partai. Hal ini, menurutnya, menjadi fondasi kuat yang membuat PKB semakin dicintai masyarakat.
“Semangat dan doa para kiai yang telah mengantarkan dari awal sampai hari ini, sehingga PKB tulus dicintai masyarakat,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen PKB untuk terus menjaga kedekatan dengan Nahdlatul Ulama sebagai akar perjuangan. Ia menyadari bahwa tantangan politik ke depan semakin kompleks dan membutuhkan kesiapan serta soliditas yang lebih kuat.
“PKB tidak pernah lupa dengan rahimnya, yakni NU. Oleh karena itu ke depan perjuangan lebih berat dan banyak tantangan,” ujarnya.
Zayin juga menyinggung arahan Presiden Republik Indonesia dalam agenda retreat pimpinan daerah, yang menekankan pentingnya kesamaan visi dalam menghadapi dinamika politik nasional dan global.
“Para pemimpin daerah harus siap bergandeng tangan untuk memajukan program nasional,” katanya.
Di tingkat lokal, sejumlah persoalan seperti abrasi dan lahan pertanian yang belum produktif menjadi perhatian serius. Ia pun menegaskan pentingnya peran kader PKB di legislatif agar benar-benar hadir sebagai penyambung aspirasi masyarakat.
“Harap 13 anggota fraksi DPRD Demak bukan macan ompong, tapi pejuang aspirasi rakyat,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Zayin optimistis PKB akan terus tumbuh sebagai partai yang dekat dengan rakyat serta mampu menghadirkan nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.
“Insyaallah partai yang selalu membersamai masyarakat akan selalu di hati masyarakat. Politik wajib melahirkan nilai kemanusiaan dan keadilan sosial,” ujarnya.
Muscab tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Siti Mukaromah, Nurul Huda, KH Aminudin, KH Zaenal Arifin Ma’shum, serta Ali Makhsun, bersama jajaran anggota legislatif dan pimpinan partai di Kabupaten Demak.
