Ngaji Politik Gerindra Demak: Program MBG Disebut Gerakkan Ekonomi Desa

Pengurus DPC Partai Gerindra Kabupaten Demak menggelar kegiatan Ngaji Politik dan Buka Bersama di kantor DPC Gerindra Demak, Jumat (6/3/2026). Foto: Sm
ARUSUTAMA.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Demak menggelar kegiatan Ngaji Politik dan Buka Bersama bersama jajaran pengurus partai di Kantor DPC Gerindra Demak, Jumat (6/3/2026) sore.
Kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi sekaligus diskusi mengenai berbagai kebijakan pemerintah, khususnya program-program yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto.
Ketua DPC Gerindra Demak, Maskuri, mengatakan kegiatan tersebut juga bertujuan memperkuat pemahaman kader dan masyarakat terhadap program-program pemerintah yang dinilai pro-rakyat.
Menurutnya, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Presiden Prabowo saat ini tergolong tinggi. Ia merujuk pada hasil survei dari Indikator Politik Indonesia yang menunjukkan tingkat kepercayaan publik mencapai 79,9 persen.
“Ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap Pak Prabowo sangat tinggi, termasuk terhadap berbagai program kerakyatan yang dijalankan pemerintah,” ujar Maskuri yang juga sebagai Wakil Ketua DPRD Demak.
Maskuri mengakui masih terdapat beberapa kekurangan dalam pelaksanaan kebijakan pemerintah. Namun, hal tersebut dinilai sebagai pekerjaan rumah yang harus diperbaiki bersama oleh semua pihak.
Salah satu program yang menjadi perhatian dalam diskusi tersebut adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Maskuri, program tersebut merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa karena menyasar jutaan pelajar di Indonesia.
“Negara melalui Presiden Prabowo telah memberikan makan bergizi kepada anak didik kita. Saat ini sudah menjangkau sekitar 60 juta anak. Ini adalah investasi untuk menyiapkan generasi yang tangguh dan mampu bersaing dengan negara lain,” jelasnya.
Ia juga menilai program MBG berdampak positif terhadap sektor ekonomi riil, terutama bagi petani, peternak, nelayan, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Permintaan bahan pangan seperti telur, sayur-mayur, buah-buahan hingga produk olahan seperti roti meningkat karena menjadi bagian dari suplai program tersebut.
“Sekarang telur, ayam, sayur, hingga buah-buahan menjadi laris karena kebutuhan MBG. Bahkan UMKM seperti pembuat roti, tempe, dan tahu ikut bergerak. Ini menunjukkan perputaran ekonomi terjadi di tingkat desa,” katanya.
Secara nasional, program MBG disebut telah menyerap lebih dari satu juta tenaga kerja. Sementara di Kabupaten Demak, terdapat sekitar 140 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang masing-masing mempekerjakan puluhan tenaga kerja, mulai dari tenaga operasional hingga pelaku UMKM yang menjadi mitra penyedia bahan pangan.
Terkait isu besaran anggaran per porsi MBG, Maskuri menjelaskan bahwa pagu anggaran yang ditetapkan adalah Rp15.000 per porsi. Dari jumlah tersebut, Rp10.000 dialokasikan untuk makanan utama dan Rp5.000 digunakan untuk kebutuhan operasional, termasuk insentif dan penyediaan fasilitas.
Ia menegaskan bahwa pelaksanaan program tersebut akan terus dievaluasi agar berjalan lebih baik. Pemerintah pusat juga disebut melakukan pengawasan terhadap kelayakan fasilitas, pengelolaan anggaran, serta sistem distribusi di lapangan.
“Kalau ada kekurangan tentu akan kita evaluasi. Jangan hanya melihat kekurangannya saja, tetapi mari kita perbaiki bersama agar program ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (Sm)
