Rakor Gabungan Demak Soroti Ancaman Kamtibmas dan Isu Media Sosial

Rakor Kamtibmas

Rakor gabungan Pemkab Demak bersama aparat keamanan dan stakeholder terkait digelar di Gedung Grhadika Bina Praja, Selasa (21/4), membahas deteksi dini potensi gangguan kamtibmas serta persiapan peringatan May Day 2026. Foto: ist.

ARUSUTAMA.com – Pemerintah Kabupaten Demak melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Gabungan sebagai langkah strategis menjaga kondusivitas wilayah. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Grhadika Bina Praja, Selasa (21/04/2026).

Rakor dihadiri oleh Kepala Bakesbangpol Kendarsih Iriani, unsur Polres Demak, Kodim 0716/Demak, Kejaksaan Negeri Demak, BIN wilayah Demak, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopimcam, serta berbagai stakeholder terkait.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bakesbangpol Kendarsih Iriani menegaskan pentingnya peran aktif seluruh elemen dalam menjaga stabilitas daerah. Ia menekankan perlunya deteksi dan pelaporan dini terhadap berbagai potensi kerawanan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Koordinasi dan sinergi antarinstansi sangat penting, khususnya dalam mendeteksi serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, perkembangan isu di media sosial juga menjadi perhatian serius. Menurutnya, arus informasi yang cepat dapat memengaruhi persepsi publik, sehingga perlu direspons secara bijak dan tepat.

Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2026, Kepala Bidang Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, Wahyu Agus Suroso, memaparkan rencana kegiatan di Kabupaten Demak.

Ia menyebutkan, sebanyak 46 Pimpinan Unit Kerja (PUK) telah berkoordinasi terkait rencana aksi, dengan berbagai aspirasi yang akan disampaikan kepada pemerintah. Aspirasi tersebut meliputi isu ketenagakerjaan, penghapusan outsourcing, hingga perlindungan pekerja.

“Kegiatan akan dipusatkan di area Sport Center dengan konsep yang lebih kondusif, seperti senam bersama, hiburan, serta penyampaian aspirasi pekerja,” jelasnya.

Dari sisi keamanan, Kasat Intelkam Polres Demak, Mohammad Bisri, menyampaikan bahwa dinamika global turut memengaruhi kondisi di daerah. Oleh karena itu, pihak kepolisian akan meningkatkan pengawasan, khususnya menjelang dan setelah pelaksanaan May Day.

“Patroli akan ditingkatkan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, secara umum kondisi wilayah Demak masih aman dan terkendali. Namun demikian, sejumlah potensi kerawanan tetap menjadi perhatian, seperti peredaran minuman keras, potensi gangguan pada kegiatan hiburan masyarakat, serta isu-isu lokal yang berkembang di media sosial.

Sementara itu, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Demak, Niam Firdaus, menekankan pentingnya respons cepat pemerintah terhadap informasi yang beredar di masyarakat, khususnya di media sosial. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah terbentuknya opini negatif yang dapat memicu keresahan publik.

Melalui rakor ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antarinstansi dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban, terutama menjelang momentum peringatan May Day di Kabupaten Demak.