Diterjang Rob Setiap Hari, Warga Sriwulan Harap Bantuan Konkret Pemerintah

Jalur Pantura Sayung Demak terendam banjir rob. Foto: ist
ARUSUTAMA.com – Fenomena rob yang melanda Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, terus menjadi persoalan yang semakin pelik. Rob–genangan air laut yang menggenangi daratan–telah berlangsung selama puluhan tahun, namun intensitasnya semakin meningkat. Warga mengeluhkan dampak besar yang ditimbulkan, mulai dari mobilitas hingga perekonomian.
Menurut salah seorang warga Desa Sriwulan, Tina, rob menjadi semakin mengganggu sejak Desember 2024.
“Rob sudah terjadi sejak lama, bahkan tahun ini mulai lebih kencang. Biasanya muncul tidak menentu, baik siang, sore, atau malam. Tapi belakangan ini, rob lebih sering muncul di malam hari,” ungkapnya, Selasa (17/12).
Ia juga menyebutkan bahwa berdasarkan informasi yang diterima, rob diperkirakan akan terus terjadi hingga Januari 2025. Kondisi ini mengakibatkan jalanan di Desa Sriwulan seringkali tergenang air, bahkan hingga mencapai bahu jalan. Keadaan ini diperparah oleh kendaraan besar yang melintas, menyebabkan genangan meluber semakin luas.
“Tahun lalu rob sudah mencapai perbatasan Demak-Semarang, tepatnya di wilayah Bates. Ketika saya mencoba membuat jembatan alternatif, rob justru menggerusnya,” tutur Tin.
Selain menghambat mobilitas, fenomena ini juga menyebabkan banyak kendaraan mogok. Pengendara yang tidak memahami kondisi jalan sering terjebak di genangan air yang cukup dalam.
“Akibat rob ini, banyak kendaraan mogok, dan warga yang melewati daerah ini sering kesulitan,” jelas Tin.
Upaya untuk mengatasi rob telah dilakukan, baik oleh warga maupun pemerintah setempat. Tin mengungkapkan bahwa ia sudah menaikkan rumahnya sebanyak dua kali, sementara jalan desa telah dinaikkan hingga lima kali. Meski demikian, langkah-langkah ini belum mampu sepenuhnya mengatasi persoalan rob.
Fenomena ini turut berdampak pada perekonomian warga. Banyak pedagang dan pelaku usaha kecil mengalami penurunan omzet akibat sulitnya akses dan berkurangnya aktivitas masyarakat.
“Omzet kami menurun, banyak warga takut keluar rumah atau kesulitan beraktivitas karena kondisi jalan yang tergenang,” ungkap Tin.
Warga berharap pemerintah dapat segera mengambil tindakan serius untuk menangani masalah rob yang semakin parah ini.
“Semoga ada solusi yang lebih efektif dari pemerintah agar kami bisa kembali beraktivitas dengan tenang, dan ekonomi kami pulih,” tutup Tin.
