Sayung Terancam Tenggelam, Wakil Ketua DPRD Demak Desak Aksi Nyata Tangani Rob

Banjir Rob Sayung Demak

Wakil ketua DPRD Demak, Fahrudin Bisri Slamet seusai Rapat Paripurna DPRD, Selasa (22/4). Foto: Sam

ARUSUTAMA.com – Ancaman abrasi dan rob yang terus menggerus wilayah Kecamatan Sayung menjadi perhatian Wakil Ketua DPRD Demak, Fahrudin Bisri Slamet. Dalam pernyataannya, Slamet mengungkapkan keprihatinan mendalam sekaligus mendesak percepatan penanganan secara serius dan terencana.

Menurutnya, jika fenomena rob yang kian meluas ini tidak segera ditangani, maka keberadaan Sayung bagian utara terancam hilang dari peta.

“Ini bukan sekadar masalah genangan air, tapi soal eksistensi wilayah dan masa depan masyarakat Sayung. Tidak boleh lagi ada penundaan,” tegasnya Slamet seusai Rapat Paripurna DPRD, Selasa (22/4/2025).

Slamet mendorong agar semua tingkatan pemerintahan, mulai dari daerah hingga pusat, membangun sinergi yang kuat dan berkelanjutan. Ia menilai, grand design penanganan rob harus segera dirumuskan secara konkret dan dilaksanakan secara bertahap.

“Dibutuhkan desain besar dengan arah yang jelas dan target yang terukur. Pemerintah kabupaten harus menjadi motor penggerak koordinasi dengan DPRD, pemerintah provinsi, dan pusat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa penyelesaian persoalan rob tidak bisa dibebankan pada satu instansi saja. Kolaborasi lintas sektor dan sinergi penganggaran menjadi kunci utama agar persoalan ini masuk dalam prioritas utama pembangunan daerah.

“Isu ini harus mendapat perhatian khusus dalam forum Musrenbang. Harus ada alokasi anggaran lintas level pemerintahan, karena ini soal keberlangsungan hidup ribuan warga,” jelas Slamet.

Meski tantangan besar di depan mata, Slamet tetap optimis. Ia percaya, dengan komitmen politik yang kuat dan komunikasi lintas pemerintah yang berjalan efektif, penanganan rob di Sayung dapat dilakukan secara bertahap dan terstruktur.

“Kalau semua bergerak bersama, tidak saling menunggu, Insya Allah Sayung bisa diselamatkan. Jangan sampai kita kehilangan satu kecamatan hanya karena lambat mengambil langkah,” pungkasnya. (Sm)