Polisi Bongkar Aksi Anarko di Semarang: Enam Tersangka Diamankan Usai Ricuh Mayday

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol M. Syahduddi saat gelar konferensi pers di Mapolrestabes Semarang, Sabtu (3/5). Foto: Sm
ARUSUTAMA.com – Aksi peringatan Hari Buruh Internasional atau Mayday di Semarang yang semula berlangsung damai, berakhir dengan kericuhan akibat ulah kelompok anarko. Kepolisian menetapkan enam orang sebagai tersangka setelah aksi anarkis mewarnai unjuk rasa pada Kamis (1/5) lalu.
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol M. Syahduddi dalam konferensi pers mengungkapkan, dari total 14 orang yang diamankan pasca kerusuhan, enam di antaranya terbukti kuat melakukan tindak pidana.
“Mereka memenuhi dua alat bukti dan unsur dalam pelanggaran Pasal 214 KUHP subsider Pasal 170 KUHP. Peran mereka beragam, dari perencana aksi hingga pelaku perusakan dan penyerangan terhadap petugas,” terang Syahduddi di Mapolrestabes Semarang, Sabtu (3/5/2025).
Keenam tersangka diketahui berasal dari kelompok anarko yang sengaja datang dengan atribut serba hitam. Mereka ditengarai telah menyusun rencana untuk menciptakan kekacauan dalam unjuk rasa, termasuk merusak fasilitas umum serta menyerang petugas dengan batu, kayu, dan benda lainnya.
“Dalam pemeriksaan, kami temukan grup WhatsApp yang mereka gunakan untuk berkoordinasi, yang secara jelas menunjukkan afiliasi dengan kelompok anarko,” imbuh Syahduddi didampingi Kasat Reskrim AKBP Andika Dharma Sena.
Pihak kepolisian saat ini masih mendalami keterlibatan pihak lain yang berperan sebagai aktor intelektual di balik kerusuhan.
“Kami akan terus telusuri keberadaan dan aktivitas kelompok ini di Semarang. Tujuan kami jelas, memastikan keamanan kota ini dari ancaman tindakan anarkis yang meresahkan,” tegasnya.
Kericuhan pecah saat kelompok berpakaian hitam muncul di tengah aksi damai buruh di depan Kantor Gubernur dan DPRD Jawa Tengah di Jalan Pahlawan. Massa tersebut melakukan pembakaran dan pengrusakan, serta menyerang petugas keamanan. Akibatnya, tiga anggota kepolisian mengalami luka dan sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan.
Untuk meredam situasi, aparat melakukan tindakan tegas dan terukur. Massa akhirnya berhasil dibubarkan menjelang pukul 17.45 WIB. Lalu lintas kembali normal dan masyarakat dapat kembali beraktivitas.
“Situasi telah kami pulihkan. Saat ini, kondisi di sepanjang kawasan kantor gubernur kembali aman dan kondusif,” tutup Syahduddi. (Sm)
