SDN 1 Bedono Resmi Tempati Gedung Baru Usai Dua Bulan Belajar di Kolong Tanpa Meja dan Kursi

Secara simbolik penyerahan kunci resmi diserahkan kepada pihak sekolah SDN Bedono 1, Sayung, Demak, Selasa (6/5/2025). Foto: Sm
ARUSUTAMA.com – Setelah dua bulan menjalani proses belajar mengajar di kolong bangunan karena terdampak proyek Tol Semarang–Demak, kini siswa-siswi SD Bedono 1 akhirnya dapat menempati gedung sekolah baru yang telah diserahkan oleh PT Tol Semarang–Demak melalui PT 99 Cahaya.
Kasi Sarpras Bidang SD dan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Demak, Setyo Adi Prayitno, mengungkapkan bahwa bangunan pengganti untuk SD yang terdampak proyek tol tersebut telah selesai dibangun dan secara resmi telah diserahkan kepada pihak sekolah.
“Saya kira sudah dilaksanakan dengan baik sesuai gambar dan spesifikasi. Hari ini kami terima dan sudah diserahkan pengelolaannya langsung kepada Kepala Sekolah sebagai pengguna bangunan,” jelasnya, kepada awak media, Selasa (6/5/2025).
Ia menambahkan bahwa gedung baru tersebut menggunakan konsep bangunan panggung menyesuaikan dengan kondisi geografis wilayah Sayung yang rawan penurunan muka tanah.
“Bagian bawahnya bisa dimanfaatkan untuk parkir karena lahannya kosong,” tambahnya.
Setyo juga menegaskan bahwa kabar yang sempat beredar mengenai kunci gedung yang disandera oleh kontraktor adalah sebuah kesalahpahaman.
“Kemarin itu hanya persoalan administrasi antara pihak PP dengan kontraktor. Hari ini prasarananya sudah kami serahkan, jadi sudah selesai,” ujarnya.
Kepala Sekolah SD Bedono 1, Suryadi, menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan sekolah baru ini.
“Alhamdulillah kunci SD Bedono 1 sudah diserahkan dan insyaallah akan segera kami tempati. Pesan dari dinas, tidak ada lagi kegiatan belajar mengajar (KBM) di bawah kolong karena ruangan sudah tersedia, sebagian sudah ada mebel baru dan sisanya menggunakan mebel lama,” tuturnya.
Gedung baru ini memiliki tujuh ruang kelas dan akan digunakan oleh 184 siswa, dengan maksimal 28 siswa per kelas. Suryadi menjelaskan bahwa lokasi sekolah ini sebelumnya merupakan SD Bedono 2 yang kemudian dimerger menjadi SD Bedono 1 sesuai perubahan nomenklatur.
“Sebelum serah terima kunci, anak-anak sempat belajar di bawah kolong bangunan selama dua bulan. Kondisinya tidak layak dan tidak aman, tapi alhamdulillah mereka tetap bisa belajar dengan semangat,” ujarnya.
Sementara itu, dari pihak PT 99 Cahaya selaku kontraktor, Teguh Pramono menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menahan kunci sekolah seperti yang diberitakan sebelumnya.
“Alhamdulillah hari ini kunci sudah kami serahkan kepada PT PPSD, dan melalui Dinas Pendidikan sudah diteruskan ke pihak sekolah. Terkait pemberitaan sebelumnya, tidak benar kami menyandera kunci, hanya memang ada tahapan administrasi yang belum selesai,” pungkasnya. (Sm)
