Rob Mengganas, Mahasiswa Geruduk Sayung Tuntut Aksi Nyata dari Bupati Demak

Bupati Demak Eisti'anah saat menyambut BEM Unissula untuk audiensi banjir rob di Kecamatan Sayung, Demak Selasa (27/5/2025). Foto: Sm
ARUSUTAMA.com – Puluhan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang menggelar audiensi dengan Bupati Demak Eisti’anah, Selasa (27/5/2025) petang.
Mereka datang ke Kantor Kecamatan Sayung untuk menyampaikan sejumlah tuntutan terkait penanganan banjir rob yang masih menjadi persoalan utama di wilayah pesisir.
Audiensi tersebut dipimpin langsung oleh Presiden BEM-KM Unissula, Wiyu Ghaniy Allatif Yudhistira. Ia menyebutkan, pihaknya ingin mengetahui secara langsung upaya yang telah dan akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Demak, serta bagaimana sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Pusat.
“Ada beberapa hal yang kami pertanyakan kepada Ibu Bupati. Mulai dari langkah penanganan rob, bentuk kerja sama dengan Pemprov Jateng dan pusat, hingga komitmen jangka pendek dan panjang dalam menyelesaikan persoalan ini,” ujar Ghaniy.
Selain menyampaikan aspirasi, BEM-KM Unissula juga menyerahkan Pakta Integritas berisi delapan tuntutan, antara lain penanganan rob secara berkelanjutan, keterlibatan aktif TNI-Polri dan pemerintah daerah saat banjir terjadi, penindakan terhadap perusahaan yang melanggar Amdal, serta permintaan perhatian langsung dari Presiden.
Menanggapi hal itu, Bupati Eisti’anah didampingi Sekda Demak dan jajaran Pemkab, menjelaskan bahwa pemerintah daerah selama ini terus berupaya melakukan penanganan, termasuk normalisasi Sungai Dombo sebagai jalur utama aliran rob ke laut.
“Banyak langkah telah kami ambil, meskipun keterbatasan anggaran menjadi tantangan tersendiri. Kami juga terus menjalin komunikasi dengan Gubernur Jawa Tengah dan pemerintah pusat. Bahkan kemarin saya mendampingi Pak Gubernur ke Desa Sayung untuk meninjau langsung kondisi lapangan,” jelas Eisti.
Terkait sinergitas antar pemerintah daerah, provinsi, dan pusat, Eisti menegaskan hubungan berjalan sangat baik dan sudah ada koordinasi lintas instansi untuk penanganan rob di Demak.
“Persoalan rob ini mendapat perhatian serius dari Pemprov dan pusat. Kami juga terbuka terhadap masukan, kritik, dan ide-ide dari masyarakat, termasuk mahasiswa,” imbuhnya.
Setelah mendengarkan penjelasan Bupati, para mahasiswa menyatakan apresiasinya atas keterbukaan Pemkab Demak. Audiensi ditutup dengan penyerahan Pakta Integritas dan foto bersama. (Sm)
