Istighosah Merah Putih: Doa Bersama dari Demak untuk Indonesia Gemah Ripah

Istighosah Merah Putih

Ratusan Kiai Sepuh Gelar Istighotsah Merah Putih di Alun-alun Demak, Kamis (12/6). Foto: Sam

ARUSUTAMA.com – Ribuan warga dari berbagai daerah memadati “Istighosah Merah Putih untuk Indonesia Gemah Ripah Loh Jinawi”, di mana doa, harapan, dan semangat perubahan bergema di Alun-Alun Demak, Kamis (12/6/2025) malam.

Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur Purworejo, KH. M. Afif Zuhri, menyampaikan tausiyah yang menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan umara. Ia mengingatkan bahwa Indonesia hanya akan menjadi negara yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur—negeri yang subur, makmur dan diberkahi Tuhan—jika para pemimpin dan tokoh agama saling mendukung dan mengutamakan keselamatan bangsa.

KH. Afif juga menyoroti kondisi memprihatinkan di beberapa desa pesisir Demak, khususnya di kawasan Morodemak, yang kerap dilanda banjir rob. Ia menyampaikan kesaksiannya bahwa perjalanan dari desanya menuju Demak harus ditempuh “di atas laut”, dengan sepeda motor yang sebagian tenggelam oleh air asin. Hal ini, menurutnya, menunjukkan betapa tertinggalnya wilayah tersebut, bahkan lebih parah dari desa-desa tertinggal lainnya.

“Pondok kami di Bonang sudah berkali-kali tenggelam. Beberapa desa di Sayung bahkan telah menjadi lautan. Ini PR besar bagi Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal,” tegasnya.

Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ahmad Riza Patria, yang hadir dalam acara tersebut, menyampaikan bahwa pemberdayaan desa tidak dapat dilepaskan dari peran pesantren dan santri. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pesantren dan desa dalam membangun kekuatan bangsa dari akar rumput.

“Santri bukan hanya pencari ilmu, tapi juga agen moral, sosial, dan ekonomi. Kolaborasi desa dan pesantren akan menjadi pondasi bangsa ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Plh. Bupati Demak, Muhammad Badruddin, melalui Sekda Demak Akhmad Sugiharto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ikhtiar spiritual bersama untuk mendoakan negeri agar senantiasa damai, adil, dan makmur.

“Ini adalah simbol persatuan dan cinta tanah air. Di tengah krisis global dan ujian moral, kekuatan spiritual umat menjadi harapan besar bagi bangsa ini,” katanya.

Sugiharto juga menegaskan pentingnya perubahan yang dimulai dari diri sendiri, seraya mengutip ayat suci Al-Qur’an dari Surah Ar-Ra’d ayat 11, bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali mereka sendiri yang mengubahnya.

Acara ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya perwakilan Gubernur Jawa Tengah, Pangdam IV Diponegoro, Kapolda Jawa Tengah, Ketua Dewan Pembina Istighosah Merah Putih KH. Mansyur, para pengasuh pondok pesantren, serta para alim ulama dan tokoh masyarakat. (Sm)