Tergenang Rob, Pasangan Pengantin di Demak Gelar Akad Nikah di Depan Pabrik

Pasangan pengantin berjalan menerjang banjir rob di Sayung, menuju lokasi akad nikah yang dipindah karena rumah mempelai terendam air. Foto: Dok.
ARUSUTAMA.com – Banjir rob yang merendam sebagian wilayah Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, memaksa sepasang calon pengantin melangsungkan akad nikah di lokasi darurat. Rumah mempelai wanita yang sedianya menjadi tempat acara terendam banjir setinggi setengah meter dan tak memungkinkan untuk digunakan.
Akad nikah antara Aulia Rahmawati Adila dan Amar Ma’ruf akhirnya digelar di halaman sebuah pabrik yang posisinya lebih tinggi dan relatif aman dari genangan air. Lokasi tersebut juga dipilih karena masih berada dekat dengan rumah mempelai wanita.
“Kami sudah merencanakan pernikahan sejak dua bulan lalu, dan berharap tidak terkena banjir. Tapi kenyataannya, banjir rob justru sedang tinggi-tingginya. Rumah kami tidak bisa dipakai, akhirnya kami putuskan pindah ke lokasi ini,” ujar Aulia saat dikonfirmasi, Minggu (22/6/2025).
Kondisi banjir rob di Sayung telah berlangsung lebih dari dua pekan. Genangan yang belum surut membuat akses menuju lokasi akad nikah terganggu. Para tamu undangan terpaksa berjalan kaki cukup jauh, menembus banjir dan kemacetan di sepanjang jalur Pantura.
“Terpaksa jalan kaki. Mobil tidak bisa masuk karena airnya cukup tinggi,” ungkap Mahmud, paman dari mempelai wanita.
Selain menghambat kegiatan warga, banjir juga menyebabkan sejumlah kendaraan mogok. Salah satu warga, Santi, harus menggendong bayinya sambil berjalan kaki karena motornya tidak bisa melaju.
“Saya mau ke Semarang, tapi motor saya mogok. Jalan kaki sambil gendong anak,” katanya.
Situasi ini turut berdampak pada para pelajar. Banyak dari mereka terpaksa menumpang truk karena sulit mendapatkan transportasi umum. Jalur nasional Pantura yang terendam banjir hingga saat ini belum ditangani secara maksimal.
Meski digelar di tengah keterbatasan, prosesi akad nikah berlangsung lancar. Resepsi dilaksanakan secara sederhana di masjid desa setempat. Keluarga berharap banjir rob dapat segera diatasi agar aktivitas warga bisa kembali normal. (Sm)
