Kirab Pusaka Grebeg Suro Girikusumo, Bukti Lestarinya Tradisi Islam Jawa di Demak

Warga Desa Banyumeneng antusias mengikuti Kirab Budaya Grebeg Sura dengan arak-arakan gunungan hasil bumi sebagai simbol syukur dan pelestarian tradisi, Kamis (26/6). Foto: Sm
ARUSUTAMA.com – Ribuan warga memadati Desa Banyumeneng, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, dalam perhelatan Grebeg Suro Girikusumo dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriyah, Kamis (26/6/2025).
Tradisi sakral yang mengusung kirab pusaka dan simbol-simbol budaya Islam Jawa ini kembali menjadi magnet spiritual sekaligus daya tarik wisata budaya di Kabupaten Demak.
Acara kirab dimulai dari halaman Masjid Ageng Bait Assalam menuju Masjid Baitul Mustofa di kawasan Makam Kasepuhan Girikusumo, mengiringi arak-arakan pusaka peninggalan pesantren berupa jubah kesepuhan, 40 kendi tirto wening, empat gunungan hasil bumi, dan satu tumpeng yang menjadi rebutan warga usai prosesi doa bersama.
“Grebeg Suro ini adalah tradisi warisan spiritual dari Mbah Kyai Munif yang harus kita rawat. Jubah yang diarak adalah simbol perjuangan dakwah Islam masa lalu,” ungkap KH. Nabil, Ketua Yayasan Kyai Ageng Giri, saat ditemui di tengah prosesi.
Kirab budaya yang sudah berlangsung sejak tahun 2014 ini merupakan agenda tahunan Yayasan Kyai Ageng Giri yang bersinergi dengan Pemdes Banyumeneng, Dinas Pariwisata Demak, dan Pondok Pesantren Girikusumo. Tradisi ini juga sebagai bentuk pelestarian budaya dan atraksi wisata tahunan yang ditunggu masyarakat dan wisatawan.
“Air dari sumur peninggalan Mbah Hadi kita yakini membawa keberkahan. Didoakan bersama-sama, air ini jadi simbol keselamatan bagi masyarakat,” ujar Edy Yusuf, selaku Ketua Panitia.
Kirab turut dimeriahkan oleh pasukan pembawa bendera, kelompok musik tradisional Jawa, serta keterlibatan TNI-Polri, termasuk Danramil Mranggen Kapten Inf Tulodo, Bhabinkamtibmas Aipda Nurrohmat, dan Babinsa Sertu Achmad Syafi’i.
“Kami hadir dan mengawal jalannya kirab ini sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya. Ini bagian dari pengamanan tradisi masyarakat,” jelas Kapten Inf Tulodo.
Momen perebutan gunungan dan tumpeng menjadi puncak kegiatan. Warga yang telah menunggu di sepanjang rute kirab sejak pagi, antusias menyambut berkah dengan harapan rezeki dan keselamatan di tahun baru Hijriah.
Kepala Desa Banyumeneng, M. Ajib, menekankan pentingnya peran warga dalam menjaga keberlangsungan tradisi.
“Ini wujud syukur dan kebersamaan masyarakat. Harapan kami, Grebeg Suro terus lestari dan diwariskan ke generasi muda,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Demak, Endah Cahya Rini, menilai sinergi antar lembaga dan masyarakat dalam pelaksanaan Grebeg Suro merupakan komitmen bersama dalam melestarikan adat dan budaya lokal.
“Kegiatan ini harus terus kita dukung sebagai warisan budaya sekaligus potensi wisata yang memperkuat identitas Demak sebagai kota bersejarah dan religius,” pungkasnya. (Sm)
