Belanja Asik Tanpa Nyampah Plastik, Pasar Ngabei Dapat Dukungan DPR RI

Anggota DPR RI Andhika mencicipi jajanan tradisional di Pasar Ngabei Jogoloyo, didampingi warga dan penggerak UMKM lokal, Minggu (3/8). Foto: Sm
ARUSUTAMA.com — Pasar Ngabei di Desa Jogoloyo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, kembali digelar dengan konsep unik yang memadukan nilai lingkungan, budaya lokal, dan pemberdayaan UMKM.
Kegiatan yang digerakkan oleh komunitas Bank Sampah Krajan Makmur ini mendapat perhatian khusus dari Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Andhika Satya W. Pangarso, yang hadir langsung ke lokasi.
“Ini kegiatan luar biasa. Ada nilai lingkungan, penguatan UMKM, dan pelestarian budaya. Saya siap bantu fasilitas seperti meja dan kursi, dan saya ingin pasar seperti ini ada di setiap kecamatan,” ujar Andhika, Minggu (3/8/2025).
Pasar Ngabei yang rutin digelar setiap Minggu di pekan pertama ini lahir dari swadaya penuh masyarakat sejak Oktober 2024. Tanpa sponsor, tanpa bantuan luar, semua dibangun gotong royong oleh warga. Meja jualan dibuat dari peti bekas, dan seluruh dagangan berasal dari produk lokal.
Salah satu ciri khas pasar ini adalah sistem pembayaran menggunakan koin khusus. Pengunjung menukar uang rupiah dengan koin senilai Rp2.000, Rp5.000, dan Rp10.000. Selain itu, QR Code juga mulai diperkenalkan untuk mendukung transaksi digital.
Ketua pengelola pasar, Masnu’ah, menyebutkan bahwa konsep ini dibuat untuk mengurangi sampah plastik sekaligus mengangkat kembali kuliner tradisional desa.
“Kami ingin belanja tetap asik tanpa nyampah plastik. Semua makanan buatan warga — ada nasi jagung, lontong sayur, pecel, getuk, kolak, sampai jamu tradisional. Harganya pun murah, mulai seribu rupiah,” jelasnya.
Kepala Desa Jogoloyo, Dennis Bakhria, menyebut Pasar Ngabei sebagai bukti kreativitas warga. Ia berharap keberadaan pasar bisa menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus ruang inovasi.
“Kalau desa tidak berinovasi, bisa tertinggal. Ini mahakarya warga kami. Harapan kami, UMKM lokal bisa naik kelas dan lebih dikenal luas,” katanya.
Masnu’ah menambahkan, pihaknya membuka diri untuk dukungan lebih lanjut dari pemerintah, DPR, maupun sektor swasta agar Pasar Ngabei dapat berkembang dan ditiru oleh desa-desa lain.
“Kami ingin ini jadi gerakan nasional dari warga untuk warga. Kami butuh tambahan fasilitas, promosi, dan pendampingan,” pungkasnya. (Sm)
