Pendidikan Agama Tak Boleh Tergusur, Madin Jadi Penjaga Akhlak Anak Demak

Bupati Demak Esti’anah seusia upacara HUT RI ke 80 di alun-alun demak, Minggu (17/8/2025). Foto: Sam
ARUSUTAMA.com – Peringatan HUT RI ke-80 di Kabupaten Demak tahun ini bukan hanya sebagai refleksi perjuangan para pahlawan, namun juga pengingat pentingnya menjaga keseimbangan antara pendidikan umum dan pendidikan keagamaan.
Bupati Demak, Eistianah, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program nasional untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat tanpa melupakan nilai-nilai religius.
“Kalau dulu para pejuang merebut kemerdekaan dengan bertumpah darah, sekarang kita sebagai generasi penerus harus memperjuangkannya dengan ide kreatif dan inovasi. Termasuk memastikan Madrasah Diniyah (Madin) dan TPQ tetap berjalan berdampingan dengan sekolah umum,” ujar Bupati Eistianah, usai upacara kemerdekaan di Alun-alun demak, Minggu (17/8/2025).
Ia menambahkan, beberapa usulan masyarakat agar anak-anak tetap bisa mengikuti pendidikan Madin meski sudah masuk jenjang SMP harus menjadi perhatian bersama.
“Ilmu akademis penting, tapi ilmu agama juga harus terus berjalan beriringan,” tegasnya.
Hal senada juga disampaikan Ketua DPRD Demak, Zayinul Fata. Menurutnya, pendidikan keagamaan seperti Madin tidak boleh tergerus oleh kebijakan sekolah lima hari.
“Silakan sekolah lima hari, tapi jangan mengambil jatah jam sore. Sore harus tetap untuk Madin, agar anak-anak belajar agama, akhlakul karimah, dan nilai-nilai moral,” jelasnya.
Zayin menegaskan bahwa keberlangsungan Madin adalah bagian penting dari pembangunan karakter generasi bangsa.
“Jangan sampai kebijakan pendidikan justru menghilangkan kesempatan anak-anak kita untuk menimba ilmu agama. Pendidikan umum dan pendidikan agama harus berjalan seimbang,” tegasnya. (Sam)
