Pembangunan Rumah Apung di Demak Capai 70 Persen, Bantuan Baru Disiapkan

Rumah apung

Pembangunan rumah apung di Desa Timbulsloko, Demak, jadi harapan baru bagi warga yang bertahun-tahun terdampak rob. Foto: Sm

ARUSUTAMA.com : Upaya penanganan rob di Kabupaten Demak terus berlanjut. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan mitra swasta berkomitmen mempercepat penyediaan hunian layak bagi warga terdampak.

Data terbaru menunjukkan, pembangunan rumah apung di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, yang merupakan tahap pertama bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, telah mencapai 70 persen progres fisik. Tiga unit rumah apung tipe 36 kini hampir selesai dibangun dan diperkirakan segera bisa ditempati.

Bupati Demak, Eisti’anah, menegaskan bahwa Pemkab Demak juga akan menambah jumlah rumah apung melalui skema kerjasama dengan CSR Bank Jateng. Langkah ini melanjutkan bantuan sebelumnya yang bersumber dari kerjasama dengan akademisi dan CSR NBI.

“Antisipasi rob kita lakukan secara parsial dengan prioritas mendesak, salah satunya rumah apung. Di perubahan anggaran ini, kita sudah kerjasama dengan Bank Jateng agar jumlah rumah apung bisa bertambah,” kata Eisti’anah, Rabu (20/8/2025).

Meski begitu, tantangan tetap ada pada sisi pembiayaan. Saat ini, Pemkab Demak baru bisa memberikan dukungan maksimal Rp 50 juta per rumah, sementara kebutuhan pembangunan rumah apung diperkirakan mencapai Rp 100 juta lebih per unit.

Selain rumah apung, Pemkab Demak juga menyalurkan bantuan Rumah Unggul Sistem Panel Instan (Ruspin) yang ditujukan untuk warga korban bencana.

“Program-program ini akan terus berjalan sesuai kebutuhan masyarakat,” tambah Eisti’anah.

Bagi warga, kehadiran rumah apung memberikan harapan baru. Mulyono, penerima manfaat di Timbulsloko, mengaku sudah hampir 10 tahun hidup berdampingan dengan air pasang. Rumah lamanya kerap terendam meski sudah beberapa kali ditinggikan.

“Senang sekali bisa dapat rumah apung. Rumah dulu sudah rusak, tidak layak ditempati. Dengan rumah apung ini lebih nyaman karena bangunannya bisa mengikuti kondisi air,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Muslim, warga lain yang rumah apungnya sudah hampir rampung. “Lebih nyaman dari rumah yang dulu. Alhamdulillah, akhirnya bisa tinggal di tempat yang lebih layak,” katanya.

Kepala Disperakim Jawa Tengah, Boedyo Dharmawan, menyebut rumah apung ini merupakan bagian dari komitmen Gubernur Ahmad Luthfi. Selain tiga unit rumah apung tahap pertama, pemerintah juga menyiapkan skema relokasi bagi korban rob yang memiliki lahan di luar Timbulsloko.

Sanitasi turut diperhatikan dengan pembangunan toilet umum. Ke depan, opsi penambahan toilet komunal maupun per rumah akan dikaji lebih lanjut.

“Semoga rumah apung ini bisa menjadi solusi permanen bagi warga korban rob, dan penerima manfaat dapat merawat rumahnya dengan baik,” ujar Boedyo.

Pemkab Demak berharap, kedepannya penambahan jumlah rumah apung ini bisa terus meningkat, mengingat ribuan warga pesisir Demak masih hidup dalam ancaman rob setiap harinya. (Sm)