Ketua DPRD Demak Ajak IPNU-IPPNU Kembangkan Budaya Literasi dan Ilmu

Ketua DPRD Demak H. Zayinul Fata memberikan materi motivasi kepada peserta Latihan Kader Utama (Lakut) IPNU-IPPNU Demak di Gedung BKPSDM, Sabtu (18/10/2025). Foto: Sam
ARUSUTAMA.com – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Demak menggelar kegiatan Latihan Kader Utama (Lakut) pada 16 hingga 19 Oktober 2025 di Gedung BKPSDM Kabupaten Demak.
Kegiatan ini adalah ajang kaderisasi tingkat akhir yang bertujuan melahirkan kader pemimpin berideologi kuat, berintegritas, serta memiliki kemampuan manajerial dan sosial yang mumpuni.
Ketua DPRD Kabupaten Demak, H. Zayinul Fata, yang hadir memberikan pembekalan, menegaskan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan bagi kader muda Nahdlatul Ulama. Dalam arahannya, Zayinul Fata mengutip pesan Imam Syafi’i “Hayatul fata Wallahi bil ‘ilmi wattuqa” — hidupnya seorang pemuda hanyalah dengan ilmu dan taqwa.
“Sebagai kader NU, jangan pernah lepas dari ilmu pengetahuan. Biasakan membaca dan menulis setiap hari, minimal satu opini atau satu berita. Itu akan melatih daya pikir dan kepekaan terhadap situasi,” ujarnya, Sabtu (18/10/2025).
Zayin menjelaskan, wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, yakni Iqra (bacalah), menjadi landasan penting bagi umat Islam untuk terus belajar dan memahami dunia.
“Dengan membaca, Rasulullah mengenal dunia dan memahami keadaan sekitarnya. Maka, kader NU wajib meneladani semangat membaca itu,” tambahnya.
Menurutnya, Lakut bukan hanya ajang penguatan organisasi semata, tetapi juga wadah pembentukan karakter dan integritas. Ia mencontohkan tokoh nasional seperti Mahfud MD dan Muhaimin Iskandar sebagai figur yang menyeimbangkan intelektualitas dan moralitas.
“Saya prihatin melihat generasi yang gemar membuat konten, tetapi malas membaca. Konten kreator itu baik, asal edukatif, bukan provokatif,” pesannya.
Zayin juga menegaskan pentingnya keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan akhlak.
“Akhlakul karimah tidak mungkin lahir tanpa dasar ilmu. Santri yang ideal adalah yang berilmu, berakhlak, dan bertakwa–baik secara ritual maupun sosial,” tegasnya.
Mengutip sabda Rasulullah SAW, “Khoirunnas anfa’uhum linnas” (sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain), Zayin berharap kader IPNU dan IPPNU dapat menjadi pelopor perubahan positif di masyarakat.
“Jadikan Lakut sebagai sekolah kepemimpinan. Semua nilai perjuangan dan kedisiplinan ada di sini,” katanya.
Selain itu, ia menyoroti tantangan besar yang dihadapi generasi muda saat ini, mulai dari penguatan sumber daya manusia hingga ancaman radikalisme dan perilaku negatif di era digital.
“Selamatkan pelajar dari radikalisme, kekerasan, dan perilaku yang tidak bertanggung jawab. IPNU dan IPPNU harus hadir di tengah masyarakat,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua PC IPNU Demak, Ainun Naim, menyampaikan bahwa Lakut merupakan momentum penting dalam menyiapkan kader utama organisasi.
“Kegiatan ini menjadi tonggak penting untuk mencetak pemimpin masa depan yang memiliki kedalaman ideologis dan kemampuan menyelesaikan persoalan sosial secara nyata,” ujarnya.
Kegiatan Lakut juga dihadiri oleh Mu’adhom dari Ikatan Alumni IPNU, Ketua PC IPPNU Demak Popi Wulan Sari, serta sejumlah tokoh dan pengurus lainnya. (Sm)
