Resmi Dilantik, HMI Sultan Fatah Demak Tegaskan Arah Gerakan Mahasiswa Progresif

Pelantikan pengurus baru HMI Komisariat Sultan Fatah Kabupaten Demak periode 2026–2027 digelar di Kantor Kesbangpol Demak, Sabtu (24/1). Foto: Sm
ARUSUTAMA.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Sultan Fatah Kabupaten Demak resmi melantik jajaran pengurus baru periode 2026–2027. Pelantikan yang digelar di Kantor Kesbangpol Kabupaten Demak, Sabtu (24/1/2026), menjadi momentum konsolidasi gerakan organisasi mahasiswa Islam dalam merespons dinamika sosial dan kebijakan publik di daerah.
Ketua Komisariat HMI Sultan Fatah terpilih, Ahmad Basyar, menegaskan bahwa pelantikan ini menandai dimulainya gerakan organisasi yang lebih terarah dan berdampak. Menurutnya, HMI harus hadir tidak hanya sebagai wadah kaderisasi, tetapi juga sebagai kekuatan moral dan intelektual yang berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Pelantikan ini bukan akhir, melainkan awal gerakan. HMI harus mampu membaca persoalan rakyat dan mengambil peran nyata melalui gerakan yang terukur, berbasis data, dan berlandaskan nilai keislaman serta keindonesiaan,” tegas Basyar.
Ia menyampaikan, fokus awal kepengurusan akan diarahkan pada penguatan basis kader melalui peningkatan kapasitas internal organisasi. Upgrading pengurus dan kader dipandang penting sebagai fondasi agar gerakan HMI berjalan solid, disiplin, dan memiliki arah ideologis yang jelas.
Selain konsolidasi internal, HMI Sultan Fatah Demak menegaskan komitmennya untuk aktif mengawal isu-isu strategis daerah. Persoalan banjir yang terus berulang serta kerusakan infrastruktur jalan menjadi agenda gerakan yang akan dikawal secara berkelanjutan melalui kajian, advokasi, hingga penyampaian aspirasi kepada pemerintah daerah dan DPRD.
“Kami ingin gerakan HMI hadir dengan solusi. Kritik akan kami sampaikan secara konstruktif, disertai kajian dan rekomendasi kebijakan,” ujarnya.
Dukungan terhadap penguatan gerakan HMI juga disampaikan Ketua Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Kabupaten Demak, Sodiq. Ia menilai, gerakan mahasiswa perlu diperluas ke sektor ekonomi agar kader HMI memiliki kemandirian dan daya tawar yang kuat.
HIPKA, kata Sodiq, siap bersinergi dengan HMI dalam menanamkan semangat kewirausahaan dan membangun jejaring ekonomi umat. “Gerakan intelektual dan sosial harus diimbangi dengan kemandirian ekonomi. Di sinilah peran strategis kolaborasi HMI dan HIPKA,” katanya.
Sementara itu, Ketua Presidium KAHMI Kabupaten Demak, Supri, menekankan pentingnya menghidupkan kembali tradisi gerakan intelektual di tubuh HMI. Ia mendorong kader HMI untuk mengaktifkan ruang diskusi, kajian kritis, serta advokasi kebijakan sebagai ciri khas gerakan mahasiswa.
“HMI harus berani bersuara ketika terjadi ketimpangan atau kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat. Namun gerakan itu harus dilakukan secara bertanggung jawab dan argumentatif,” ujar Supri.
Ia juga mengingatkan agar pengurus HMI mampu membangun jejaring gerakan dengan berbagai elemen strategis. Menurutnya, kekuatan HMI terletak pada soliditas kader dan luasnya jaringan alumni yang tersebar di berbagai sektor.
“Gerakan HMI harus berdiri di garda depan sebagai pengawal kebijakan publik dan pembela kepentingan masyarakat,” pungkasnya. (Sm)
