Abrasi Pantai Demak Putus Akses Jalan, Anak Sekolah Kesulitan Berangkat Sekolah

Warga bersama anak sekolah melintasi jalan penghubung Dukuh Tambaksari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Demak, yang rusak parah akibat abrasi dan ombak pasang. Foto: Sm
ARUSUTAMA.com – Setiap pagi, anak-anak Dukuh Tambaksari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, harus memulai hari dengan perjuangan yang tak ringan. Jalan penghubung satu-satunya menuju daratan yang rusak akibat abrasi memaksa mereka berjalan kaki menyusuri batu dan lumpur demi bisa sampai ke sekolah.
Pantauan di lokasi, sejumlah anak berseragam sekolah tampak melangkah hati-hati di atas jalan yang telah hancur diterjang ombak pasang. Di kiri dan kanan, air laut menggenangi area sekitar, sementara tiang-tiang bambu penahan jalan terlihat miring dan rapuh.
Ahmad Bakri, siswa kelas 3 sekolah dasar, harus menempuh perjalanan tersebut setiap hari bersama orang tuanya. Pada titik-titik tertentu yang dinilai berbahaya, ia digendong agar terhindar dari terpeleset atau terjatuh ke laut.
“Kalau jalannya rusak dan licin, saya digendong. Takut jatuh,” ujar Ahmad, Kamis (29/1/2026).
Kerusakan jalan sepanjang kurang lebih satu kilometer ini telah berlangsung sekitar satu bulan terakhir. Selain membahayakan keselamatan, kondisi tersebut kerap mengganggu aktivitas belajar anak-anak, terutama saat cuaca buruk dan ombak pasang meninggi.
“Kalau hujan atau ombak pasang, kadang tidak sekolah. Gurunya dikabari lewat HP,” kata Sokhib, orang tua Ahmad.
Di Dukuh Tambaksari saat ini terdapat sekitar delapan anak yang masih menempuh pendidikan, mulai dari PAUD hingga sekolah dasar. Meski harus menghadapi risiko setiap hari, semangat mereka untuk tetap belajar tak surut.
Selain berdampak pada akses pendidikan, abrasi juga membatasi ruang gerak warga dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Jalan darat menjadi pilihan utama karena tidak semua warga memiliki perahu sebagai sarana transportasi.
Warga berharap pemerintah segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi tersebut, terutama demi menjamin keselamatan dan masa depan pendidikan anak-anak di wilayah pesisir yang terdampak abrasi. (Sm)
