Kemiskinan Demak Turun, 11.000 Jiwa Berhasil Keluar dari Garis Kemiskinan

Bapperida Demak kemiskinan turun

Bupati Demak Eisti’anah memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Tim Penanggulangan Kemiskinan di Aula Bapperida Demak. Foto: ist.

ARUSUTAMA.com – Bupati Eisti’anah menyampaikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah, Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK), serta para pemangku kepentingan atas kerja keras dan sinergi yang telah terjalin dalam upaya menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Demak.

Apresiasi tersebut disampaikan Bupati Eisti’anah saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Demak yang digelar di Aula Bapperida Kabupaten Demak, hari-hari ini.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Demak pada tahun 2025 berhasil ditekan hingga 10,87 persen, turun dari 11,89 persen pada tahun sebelumnya. Penurunan tersebut dinilai sebagai capaian yang patut disyukuri bersama.

“Tentunya kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu semua yang telah bekerja keras sehingga kita bisa menurunkan angka kemiskinan menjadi 10,87 persen di tahun 2025. Ini merupakan capaian yang patut kita syukuri,” ujar Eisti’anah.

Meski demikian, Bupati menegaskan pentingnya menjaga kekompakan dan koordinasi antar organisasi perangkat daerah (OPD). Ia mengingatkan agar tidak ada ego sektoral dalam pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan.

“Kita harus tetap kompak dan benar-benar bersinergi antar-OPD. Tidak boleh ada pemisahan kewenangan. Semua harus dilaksanakan bersama-sama demi tujuan yang sama,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten Demak, Misbahatun Niamah, memaparkan bahwa berdasarkan data tahun 2021 hingga 2025, angka kemiskinan di Kabupaten Demak menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan. Khusus pada tahun 2025, penurunan mencapai 1,02 persen.

“Jika dilihat dari jumlah penduduk, terdapat sekitar 11.000 jiwa yang berhasil keluar dari garis kemiskinan,” jelas Misbahatun.

Ia berharap tren positif tersebut dapat terus berlanjut. Menurutnya, apabila setiap tahun Kabupaten Demak mampu menurunkan angka kemiskinan sekitar 11.000 jiwa atau setara 1 persen, maka capaian tersebut sudah sejalan dengan target RPJMD serta indikator kinerja utama Pemerintah Kabupaten Demak.

Lebih lanjut, Misbahatun juga membandingkan laju penurunan kemiskinan di tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten. Secara nasional, laju penurunan kemiskinan pada tahun 2024 tercatat dari -2,63 menjadi -5,43. Di Jawa Tengah meningkat dari -2,3 menjadi -9,11, sementara Kabupaten Demak dari -0,24 menjadi -8.

“Hal ini menunjukkan bahwa laju penurunan kemiskinan di Kabupaten Demak tergolong baik dan melampaui capaian nasional, meskipun masih sedikit di bawah capaian Provinsi Jawa Tengah. Namun selisihnya tidak terlalu besar,” ungkapnya.

Meski secara laju penurunan tergolong baik, Misbahatun mengakui bahwa secara angka absolut, persentase kemiskinan Kabupaten Demak masih terlihat cukup tinggi. Hal tersebut disebabkan oleh kondisi awal atau baseline kemiskinan yang memang sudah tinggi.

“Akibatnya, meskipun laju penurunannya signifikan, secara persentase masih berada di kisaran dua digit,” pungkasnya. (Sm)