Hari Ketiga Perbaikan, Tanggul Sungai Tuntang di Demak Akhirnya Tertutup

Banjir Demak

Sejumlah alat berat dikerahkan untuk mempercepat penutupan dan penguatan tanggul Sungai Tuntang yang jebol di Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, guna menekan risiko banjir susulan akibat tingginya curah hujan. Foto: Sm

ARUSUTAMA.com — Penutupan tanggul Sungai Tuntang yang jebol di Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, telah rampung pada hari ketiga pengerjaan. Meski titik jebolan sudah tertutup sepenuhnya, proses perbaikan dan penguatan tanggul masih terus dilakukan karena progres keseluruhan baru mencapai sekitar 50 persen.

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana bersama tim lapangan mempercepat pekerjaan menyusul kondisi cuaca yang belum stabil. Material tanah dan penguatan sementara telah dipasang untuk menutup area tanggul yang ambrol akibat derasnya aliran sungai dan tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.

BBWS Pemali Juana, Heri Santoso, menyatakan bahwa penutupan titik jebolan menjadi langkah awal yang krusial dalam penanganan darurat.

“Fokus utama kami adalah menutup celah tanggul agar tidak terjadi luapan. Setelah itu, kami lanjutkan dengan penguatan struktur supaya tanggul lebih aman,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).

Menurut Heri, tahap lanjutan pekerjaan meliputi pemasangan bronjong di sisi luar tanggul guna menahan tekanan arus air sungai. Sementara di bagian dalam tanggul, petugas akan menambahkan lapisan penguat atau karpet perkuatan untuk memperkokoh struktur tanah dan meminimalkan risiko rembesan air.

“Potensi curah hujan masih ada, sehingga kami tidak bisa bekerja setengah-setengah. Penguatan harus maksimal agar tanggul mampu menahan debit air dalam kondisi ekstrem,” tambahnya.

Upaya percepatan perbaikan ini diharapkan dapat menekan potensi meluasnya dampak banjir di wilayah Demak. Berdasarkan data Infografis Bencana Banjir Kabupaten Demak per 20 Februari 2026 pukul 13.00 WIB, banjir berdampak pada sekitar 6.084 kepala keluarga atau 20.210 jiwa. Sebanyak 5.170 rumah masih dalam tahap pendataan, sementara fasilitas umum yang terdampak meliputi 36 tempat ibadah, 27 sarana pendidikan, 6 fasilitas kesehatan, serta 22 tempat pemakaman umum. Selain itu, banjir juga merendam lahan pertanian seluas 858 hektare dan tambak ikan sekitar 7 hektare. Hingga kini, dilaporkan tidak ada pengungsi. (Sm)