Tanpa Anggaran Resmi, Warga Sayung Bangun Jalan Penghubung Secara Swadaya

Warga Desa Sayung bergotong royong melakukan pengecoran jalan secara mandiri, sementara aktivitas pengguna jalan tetap berjalan di jalur penghubung Sayung–Kalisari. Foto: Sm
ARUSUTAMA.com – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan warga Kecamatan Sayung dalam memperbaiki jalan penghubung antar desa yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. Jalan yang menghubungkan Desa Sayung dengan Desa Kalisari tersebut diperbaiki secara swadaya melalui penggalangan dana dari pengguna jalan.
Salah satu warga, Halim, menyampaikan bahwa total panjang jalan yang diperbaiki mencapai 300 meter dan dikerjakan secara bertahap. Pada tahap pertama, warga memfokuskan pengerjaan sepanjang 200 meter, sementara tahap kedua direncanakan sepanjang 100 meter.
Menurutnya, penggalangan dana melalui kotak amal jalan telah dimulai sejak Oktober 2025. Dana tersebut awalnya digunakan untuk pengurukan jalan karena kondisi jalan yang sering tergenang air saat musim hujan.
“Kalau hujan, motor sering mogok karena jalan tergenang air. Selain itu, kondisi jalan juga sudah rusak dan membahayakan pengguna,” ujar Halim.
Ia menambahkan, jalan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat karena menjadi jalur utama menuju sekolah serta menunjang aktivitas ekonomi warga, seperti menuju pasar dan tempat kerja.
Seiring berjalannya waktu, warga sepakat untuk meningkatkan kualitas perbaikan dengan melakukan pengecoran jalan. Pengecoran mulai dilakukan pada Januari 2026 karena pengurukan padas dinilai belum cukup memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan.
“Permukaan jalan yang tidak rata membuat pengguna masih merasa khawatir. Maka kami berinisiatif melanjutkan pengecoran pada tahap pertama sepanjang 200 meter,” jelasnya.
Halim juga menegaskan bahwa pengerjaan jalan tidak memiliki target waktu penyelesaian yang pasti. Seluruh proses dilakukan menyesuaikan dengan hasil penggalangan dana yang diperoleh.
“Setiap Sabtu dan Minggu kami menggalang dana dari pengguna jalan, rata-rata terkumpul sekitar Rp2 juta. Dana itu kami gunakan bertahap, mulai beli padas sampai pengecoran,” ungkapnya. (Sm)
