Uji Laboratorium Ungkap Kandungan E. Coli pada Menu MBG di Demak

Dinkes Demak tanggapi keracunan MBG

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, dr Ali Maimun. Foto: ist.

ARUSUTAMA.com – Hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan dan air dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Khidmatul Ummah Madani, Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, mengungkap adanya kandungan bakteri Escherichia coli (E. Coli) pada sejumlah menu makanan dan sumber air di lokasi tersebut.

Temuan itu muncul setelah ratusan warga dan santri diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi program makan bergizi gratis (MBG) yang disalurkan SPPG tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Demak, Ali Maimun, membenarkan hasil pemeriksaan laboratorium tersebut.

“Monggo dianalisis sendiri,” kata Ali usai mengirimkan hasil uji laboratorium kepada wartawan, Rabu (6/5/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat dan Pengujian Alat Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, beberapa sampel makanan yang dinyatakan positif E. Coli di antaranya nasi goreng dan acar, telur ceplok, tahu goreng, serta jeruk baby.

Seluruh sampel makanan tersebut diambil pada 19 April 2026, sehari setelah menu MBG dibagikan kepada para penerima manfaat.

Selain makanan, hasil pemeriksaan terhadap air di lingkungan SPPG juga menunjukkan adanya kontaminasi bakteri. UPTD Laboratorium Kesehatan Dinkesda Demak mencatat parameter MPN Coliform mencapai angka 10 dan 11 per 100 mililiter air, sedangkan parameter E. Coli berada di angka 8 dan 11.

Padahal, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023, standar baku mutu air bersih mensyaratkan kandungan bakteri berada pada angka nol.

Menindaklanjuti temuan tersebut, operasional SPPG Yayasan Khidmatul Ummah Madani kini dihentikan sementara waktu.

Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Demak, Muzani Ali Shodiqin, mengatakan penghentian operasional dilakukan hingga seluruh proses evaluasi dan perbaikan selesai dilaksanakan.

“Sementara diberhentikan, dengan sejumlah perbaikan untuk bisa operasional lagi. Belum diketahui kapan akan dibuka kembali,” ujarnya.

Meski demikian, Muzani memastikan seluruh pasien yang sebelumnya menjalani perawatan akibat dugaan keracunan kini telah dipulangkan.

“Sudah dari seminggu lalu, sudah pulang semua,” katanya.

Sebelumnya, Dinkesda Demak mencatat sebanyak 134 orang diduga mengalami keracunan usai menyantap menu MBG dari SPPG tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 68 orang menjalani rawat inap dan 66 lainnya menjalani rawat jalan.

Mayoritas korban berasal dari sejumlah pondok pesantren, di antaranya Ponpes Asnawiyyah, Bustanul Quran, dan Hidayatul Mubtadiin. Selain itu, terdapat pula korban dari wilayah Solowire dan Prigi.

Meski sempat menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit dan puskesmas di Demak maupun Grobogan, kondisi para pasien dilaporkan stabil dan tidak ada yang mengalami gejala berat.

Kasus ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam memperketat pengawasan keamanan pangan, khususnya pada program makan bergizi gratis yang menyasar kalangan santri, balita, ibu hamil, dan masyarakat rentan lainnya.