Lulus P3N Lemhannas RI, Prof. Abdurrohman Kasdi Hasilkan 19 Naskah Kebijakan Strategis

Prof Abdurrahman Kasdi Lulus Lemhannas RI

Rektor UIN Sunan Kudus, Prof. Dr. H. Abdurrohman Kasdi, Lc., M.Si., menerima ucapan selamat usai dinyatakan lulus Program Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) Angkatan XXVII Lemhannas RI. Dalam pendidikan kepemimpinan strategis tersebut, ia berhasil menyusun 19 naskah kebijakan publik yang menjadi kontribusi pemikiran bagi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Foto: ist.

ARUSUTAMA.com – Rektor UIN Sunan Kudus, Prof. Dr. H. Abdurrohman Kasdi, Lc., M.Si., berhasil menyelesaikan Program Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) Angkatan XXVII yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI).

Dalam pendidikan kepemimpinan strategis tingkat nasional tersebut, Prof. Abdurrohman mencatatkan capaian membanggakan dengan menyusun 19 naskah kebijakan publik strategis yang membahas berbagai isu penting bagi masa depan Indonesia.

P3N merupakan program pendidikan tertinggi di Lemhannas RI yang dirancang untuk membentuk calon pemimpin nasional berkarakter negarawan, memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, serta mampu merumuskan kebijakan publik yang komprehensif dan berorientasi pada kepentingan bangsa.

Program yang berlangsung selama sekitar 3,5 bulan itu diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan, mulai dari unsur TNI, Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), pimpinan perguruan tinggi, pimpinan partai politik, hingga tokoh organisasi kemasyarakatan.

Dalam proses pendidikan, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai wawasan kebangsaan, geopolitik global, kepemimpinan strategis, manajemen krisis, transformasi digital, ketahanan energi, ketahanan pangan, hingga perubahan iklim dengan pendekatan Astagatra sebagai fondasi ketahanan nasional Indonesia.

Gubernur Lemhannas RI, Ace Hasan Syadzily, dalam salah satu sesi pembelajaran menegaskan bahwa kebijakan publik merupakan inti dari kepemimpinan nasional.

“Seorang pemimpin nasional tidak cukup hanya memahami teknis kebijakan, tetapi harus memiliki kemampuan berpikir strategis dan memahami dampaknya terhadap ketahanan nasional,” tegas Ace Hasan Syadzily.

Menurutnya, setiap kebijakan publik harus berlandaskan pada empat konsensus dasar bangsa, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Di antara 84 peserta yang dinyatakan lulus dalam P3N Angkatan XXVII, Prof. Abdurrohman Kasdi menjadi salah satu peserta yang menonjol berkat produktivitasnya dalam menghasilkan 19 naskah kebijakan publik strategis. Naskah-naskah tersebut membahas berbagai tema, mulai dari ketahanan nasional, dinamika geopolitik global, tata kelola pemerintahan, transformasi digital, ketahanan pangan dan energi, penguatan integritas kepemimpinan, hingga pemantapan nilai-nilai kebangsaan.

Seluruh naskah disusun melalui proses akademik yang ketat dengan pendekatan multidisipliner yang mengintegrasikan berbagai aspek ketahanan nasional. Selain mengikuti perkuliahan dan diskusi strategis, peserta juga menjalani Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN), simulasi kebijakan nasional, serta penyusunan Kertas Kerja Perorangan (KKP) sebagai tugas akhir pendidikan.

Prof. Abdurrohman Kasdi menyebut pengalaman mengikuti P3N Lemhannas RI memberikan perspektif baru dalam melihat berbagai persoalan bangsa secara lebih komprehensif.

“Pendidikan di Lemhannas RI memberikan pengalaman berharga untuk memahami persoalan bangsa dari berbagai perspektif. Melalui penyusunan naskah kebijakan publik, kami dilatih untuk menghadirkan solusi yang strategis, aplikatif, dan berorientasi pada kepentingan nasional,” ujarnya, Minggu (7/6/2026).

Ia menambahkan, berbagai gagasan yang tertuang dalam 19 naskah kebijakan tersebut akan menjadi bekal penting dalam pengembangan kelembagaan UIN Sunan Kudus ke depan.

“Hasil pembelajaran selama mengikuti P3N akan kami implementasikan untuk memperkuat tata kelola perguruan tinggi, pengembangan sumber daya manusia, serta mendorong inovasi yang relevan dengan tantangan zaman,” kata Prof. Abdurrohman.

Pada penutupan P3N Angkatan XXVII, Gubernur Lemhannas RI kembali mengingatkan pentingnya kehadiran pemimpin yang mampu melihat persoalan bangsa secara menyeluruh.

“Pemimpin masa depan harus mampu melihat keterkaitan antara berbagai aspek kehidupan berbangsa secara integral. Tidak boleh ada kebijakan yang parsial,” ujarnya.

Keberhasilan Prof. Abdurrohman Kasdi menyelesaikan pendidikan di Lemhannas RI sekaligus menghasilkan 19 naskah kebijakan strategis dinilai menjadi modal penting bagi pengembangan UIN Sunan Kudus. Naskah-naskah tersebut diharapkan dapat menjadi referensi dalam merespons berbagai tantangan global, termasuk digitalisasi pendidikan, perubahan iklim, ketahanan energi, hingga dinamika geopolitik internasional.

Capaian ini juga menegaskan peran strategis akademisi dalam mendukung pembangunan nasional melalui pemikiran dan rekomendasi kebijakan yang visioner. Dengan bekal yang diperoleh selama mengikuti P3N Lemhannas RI, Prof. Abdurrohman Kasdi diharapkan dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.