Tinjau Banjir Limpasan, Kepala BNPB Pastikan Dukungan Penuh untuk Demak

BNPB tinjau banjir demak

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto bersama jajaran Forkopimda meninjau langsung lokasi terdampak banjir limpasan di Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, Demak, guna memastikan percepatan penanganan dan penyaluran bantuan bagi warga terdampak. Foto: ist.

ARUSUTAMA.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto bersama Anggota DPR RI Komisi XII Jamaludin Malik meninjau langsung lokasi terdampak banjir limpasan di Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Sabtu (17/1/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Kepala BNPB didampingi Wakil Bupati Demak Muhammad Badruddin, Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra, jajaran Kodim 0716/Demak, BPBD Provinsi Jawa Tengah, serta Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak Agus Sukiyono.

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut atas laporan BPBD Kabupaten Demak terkait kondisi banjir limpasan yang melanda wilayah tersebut. Selain meninjau kondisi lapangan, rombongan juga menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak sebagai bagian dari upaya tanggap darurat bencana.

Dalam rangka percepatan penanganan banjir, Pemerintah Kabupaten Demak bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan pompanisasi di sejumlah titik strategis. Pompa yang dioperasikan meliputi satu unit mobile pump dari PUSDATARU Provinsi Jawa Tengah di lokasi Pintu Sipon Gajah, satu unit mobile pump dari BPBD Provinsi Jawa Tengah di Desa Wonorejo, serta satu unit pompa dorong alkon milik BPBD Kabupaten Demak yang ditempatkan di Pintu Sipon Gajah.

Pada kesempatan tersebut, Kepala BNPB juga menyerahkan bantuan logistik berupa 200 paket sembako, 100 selimut, 100 matras, 100 kasur lipat, 200 paket alat kebersihan, dua unit pompa alkon, serta satu unit perahu polytelin lengkap dengan mesin untuk mendukung operasional penanganan banjir di lapangan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak, Agus Sukiyono, menjelaskan bahwa hasil koordinasi lintas instansi menghasilkan sejumlah langkah strategis lanjutan. Di antaranya pengerukan dan pembersihan sampah yang menyumbat sipon hingga ke dalam gorong-gorong, pemasangan jaring penahan sampah, serta penjagaan dan gotong royong pembersihan setiap hari selama satu bulan ke depan.

“Selain itu, BNPB juga akan mendukung pemasangan mobile pump tambahan untuk membantu pompanisasi hingga kondisi kembali normal,” ujar Agus.

Untuk penanganan jangka panjang, lanjutnya, telah disepakati rencana pembangunan Sipon Gajah yang akan dilaksanakan oleh Kementerian PUPR pada tahun 2026. Sementara itu, kegiatan normalisasi sipon sebagai penanganan jangka pendek akan didukung melalui pembiayaan dari BNPB.

“Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan wilayah terdampak serta meminimalkan risiko banjir susulan di Kabupaten Demak,” pungkas Agus.