Enam Hari Mengancam Pesisir Demak, Tongkang Raksasa Akhirnya Dievakuasi

Kapal tongkang raksasa yang sempat terdampar selama enam hari di perairan Sayung, Kabupaten Demak, akhirnya berhasil ditarik menggunakan tug boat dan bantuan perahu nelayan. Foto: ist.
ARUSUTAMA.com – Kapal tongkang raksasa yang sempat terdampar selama hampir sepekan di perairan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, akhirnya berhasil dievakuasi pada Kamis (12/3) sore.
Tongkang sepanjang sekitar 75 meter tersebut sebelumnya hanyut akibat cuaca buruk dan menghantam permukiman warga di Dukuh Tambaksari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung. Proses evakuasi dilakukan oleh jajaran Polres Demak bersama sejumlah pihak terkait dengan menggunakan satu unit kapal penarik (tug boat).
Selain itu, delapan hingga sembilan perahu nelayan milik warga turut membantu proses penarikan dan manuver kapal di perairan tersebut. Kasat Polairud Polres Demak, Bambang Suhartoyo, mengatakan proses penarikan tongkang berhasil dilakukan sekitar pukul 16.00 WIB setelah kondisi cuaca memungkinkan.
“Alhamdulillah kemarin tongkang berhasil ditarik. Penarikan dapat dikatakan lepas sekitar pukul 16.00 WIB,” kata Bambang, Jumat (13/3/2026).
Ia menjelaskan, proses evakuasi tidak dapat dilakukan sejak awal karena kondisi cuaca di perairan Pantai Utara Jawa masih ekstrem, dengan angin kencang dan gelombang tinggi yang berisiko membahayakan proses penarikan.
Selain faktor cuaca, tim juga harus mempertimbangkan jalur penarikan agar kapal tidak menabrak pemecah gelombang yang melindungi permukiman warga dan kawasan sekitar Makam Syekh Mudzakir di Desa Bedono.
“Di sekitar area makam terdapat pemecah gelombang. Itu harus dipetakan dengan tepat agar tongkang tidak kandas, sehingga proses penarikan benar-benar diperhitungkan secara teknis,” ujarnya.
Akibat insiden tersebut, sedikitnya empat rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan parah setelah tertabrak tongkang. Selain itu, sejumlah fasilitas umum juga rusak, seperti jalan apung yang menjadi akses warga dan peziarah menuju Makam Syekh Mudzakir, gapura, serta beberapa warung milik warga.
Salah seorang warga Dukuh Tambaksari, Marfuah, mengatakan peristiwa itu sempat membuat warga diliputi rasa takut selama beberapa hari. Sejumlah warga bahkan memilih mengungsi ke masjid setempat untuk menghindari kemungkinan tongkang kembali bergerak akibat ombak tinggi.
“Ini ada empat rumah rusak, roboh, warung, gapura, jalan apung juga rusak karena tongkang itu,” ujar Marfuah.
Meski rumahnya tidak terdampak langsung, ia mengaku tetap mengungsi bersama keluarganya di masjid karena khawatir tongkang kembali menghantam rumah warga saat gelombang tinggi.
Menurut Bambang, setelah berhasil ditarik dari perairan Sayung, kapal tongkang tersebut selanjutnya akan dibawa menuju Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang.
Sebelumnya, tongkang tersebut diketahui berlayar dari wilayah Tegal menuju Kalimantan tanpa membawa muatan. Namun saat hendak bersandar di Pelabuhan Tanjung Mas, tali penghubung antara tongkang dan kapal penarik terputus akibat cuaca buruk sehingga kapal hanyut terbawa arus hingga akhirnya menghantam permukiman warga di pesisir Desa Bedono.
