Inovasi Polres Demak, Pemudik Bisa Nikmati Pijat Refleksi Gratis di Jalur Mudik

Pijat Refleksi Gratis di Posko Mudik Demak Polres Demak

Seorang anggota Polres Demak, Aiptu Rofiq Setiawan memberikan terapi pijat relaksasi kepada pemudik di Posko Kesehatan Alun-Alun Demak, guna mengurangi kelelahan setelah perjalanan jauh. Foto: Sam

ARUSUTAMA.com – Keberadaan posko mudik di kawasan Alun-alun Demak memberikan manfaat besar bagi para pemudik yang melintas. Tak hanya menyediakan layanan kesehatan, posko ini juga menghadirkan fasilitas pijat refleksi untuk membantu mengurangi kelelahan selama perjalanan jauh.

Sejumlah pemudik mengaku senang dan terbantu dengan adanya layanan tersebut. Salah satunya Nadhif, pemudik asal Jakarta yang tengah menuju Karanganyar, Demak, bersama istri dan anaknya menggunakan sepeda motor.

“Perjalanan sekitar delapan jam, badan terasa capek dan pegal. Tapi setelah mampir ke posko di depan Masjid Agung Demak, saya dapat pijat relaksasi dan dicek kesehatan,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).

Ia menjelaskan, di posko tersebut dirinya mendapatkan pemeriksaan medis berupa pengecekan detak jantung, tekanan darah, hingga suhu tubuh. Hasilnya, kondisi kesehatannya dinyatakan baik.

“Alhamdulillah setelah terapi pijat, badan jadi lebih rileks, capeknya hilang, dan terasa lebih segar untuk melanjutkan perjalanan,” tambahnya.

Menurut Nadhif, kombinasi layanan kesehatan medis dan terapi alternatif di posko mudik sangat bermanfaat bagi para pemudik, terutama yang menempuh perjalanan jarak jauh.

“Sangat mendukung sekali. Kalau capek bisa mampir, istirahat, lalu lanjut perjalanan lagi dengan kondisi lebih fresh,” katanya.

Sementara itu, Aiptu Rofiq Setiawan, anggota Polres Demak yang juga dikenal sebagai praktisi pengobatan alternatif atau akrab disapa Kang Opiq, mengatakan layanan pijat relaksasi ini merupakan inisiatif pribadi untuk membantu para pemudik.

“Ini bentuk kepedulian kami. Pemudik menempuh perjalanan berjam-jam, risikonya tinggi terhadap kelelahan bahkan kecelakaan. Jadi kami bantu dengan terapi relaksasi agar tubuh kembali segar,” jelasnya.

Ia menerangkan, terapi yang diberikan berfokus pada relaksasi otot dan melancarkan peredaran darah. Metode ini dinilai efektif mengurangi pegal, keram, hingga gejala kelelahan akibat perjalanan panjang.

“Kebanyakan keluhan pemudik itu pegal, kesemutan, dan kelelahan. Setelah terapi, mereka biasanya merasa lebih segar dan tidak mengantuk, sehingga lebih aman melanjutkan perjalanan,” ujarnya.

Rofiq menambahkan, dirinya telah memiliki keahlian pengobatan alternatif sejak tahun 2007. Saat ini, selain bertugas sebagai anggota kepolisian, ia juga membuka praktik pengobatan alternatif secara resmi di wilayah Demak.

Menurutnya, respons masyarakat terhadap layanan tersebut sangat positif. Banyak pemudik dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bogor, hingga Jawa Timur yang memanfaatkan fasilitas ini saat singgah di Masjid Agung Demak.

“Alhamdulillah masyarakat senang dan merasa terbantu. Ini murni inisiatif untuk membantu sesama, sesuai kemampuan yang saya miliki,” pungkasnya. (Sam)