Aliansi Mahasiswa Demak Turun ke Jalan, Suarakan Keadilan Buruh dan Evaluasi Kinerja Pemerintah

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Mahasiswa Demak menggelar aksi damai di depan Pendopo Kabupaten Demak, Jumat (1/5/2026), menyuarakan tuntutan terkait kesejahteraan buruh dan evaluasi kinerja pemerintah. Foto: Sm
ARUSUTAMA.com – Aliansi Gerakan Mahasiswa Demak menggelar aksi damai dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional dengan mendatangi Pendopo Kabupaten Demak, Jumat (1/5/2026). Aksi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyuarakan berbagai persoalan buruh sekaligus kritik terhadap kinerja pemerintah.
Massa aksi yang berjumlah sekitar 30 orang memulai kegiatan dengan berjalan kaki dari Alun-alun Demak menuju pendopo. Sepanjang perjalanan, mereka membawa spanduk bertuliskan “Hidup Buruh” serta menyanyikan lagu kebangsaan sebagai bentuk semangat perjuangan.
Sesampainya di gerbang pendopo, para mahasiswa secara bergantian menyampaikan orasi. Mereka menyoroti berbagai persoalan ketenagakerjaan dan kebijakan pemerintah yang dinilai belum berpihak kepada rakyat. Dalam orasinya, massa menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pemerintahan.
Aliansi ini terdiri dari sejumlah organisasi mahasiswa, seperti DEMA STAI Islamic Centre Demak, BEM Unisfat, PMII Demak, HMI Demak, serta Ikatan Mahasiswa Demak. Dalam pernyataan sikapnya, mereka menyampaikan sembilan tuntutan yang mencakup isu nasional hingga lokal.
Beberapa tuntutan tersebut antara lain pengesahan RUU Ketenagakerjaan baru, penghapusan sistem outsourcing dan upah murah, penghentian ancaman PHK, hingga reformasi pajak pekerja. Selain itu, mahasiswa juga mendesak percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset dan ratifikasi Konvensi ILO 190 terkait penghapusan kekerasan di dunia kerja.
Tak hanya itu, isu lokal juga menjadi sorotan, seperti dukungan pemerintah daerah terhadap kampus lokal, rehabilitasi kawasan pesisir Sayung dan Bonang, serta evaluasi mitigasi bencana di wilayah Demak.
Salah satu orator dari PMII Demak, M. Ramdhan, mempertanyakan komitmen pemerintah daerah pasca pelantikan kepala daerah. Sementara itu, Ahmad Basyar dari HMI Demak menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk solidaritas terhadap berbagai lapisan masyarakat yang terdampak kebijakan.
“Ini adalah suara bersama untuk keadilan. Kami tidak hanya berbicara untuk mahasiswa, tetapi juga untuk buruh, guru, dan seluruh rakyat,” ujarnya.
Setelah menyampaikan aspirasi di bawah terik matahari, perwakilan mahasiswa akhirnya diterima masuk ke pendopo untuk menyerahkan tuntutan kepada pihak Pemerintah Kabupaten Demak. Aspirasi tersebut akan diteruskan kepada pihak yang berwenang.
Aksi berlangsung damai dengan pengawalan aparat keamanan yang humanis. Tidak terjadi gesekan selama kegiatan, dan massa membubarkan diri dengan tertib sambil menegaskan akan kembali turun dengan jumlah lebih besar jika tuntutan tidak direspons.
