Ribuan Peserta Semarakkan Kirab Budaya Wonosekar, Lembaga Ar Rohmani Tampil Meriah

Kirab Budaya Wonosekar

Tiga tokoh berfoto di samping gunungan hasil bumi dalam rangka Kirab Budaya Sedekah Bumi Apitan Desa Wonosekar, Karangawen, Demak, Minggu (3/5/2026). Gunungan berisi sayur dan hasil pertanian menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas hasil panen. Foto: ist.

ARUSUTAMA.com – Suasana Desa Wonosekar, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, tampak semarak pada Minggu (3/5/2026) saat digelarnya kirab budaya yang diikuti sekitar 1.000 peserta dari berbagai unsur masyarakat dan lembaga pendidikan.

Kegiatan ini melibatkan Pemerintah Desa Wonosekar, serta sejumlah lembaga pendidikan mulai dari KB, TK, RA, SD, MI hingga SMP. Salah satu peserta yang turut ambil bagian adalah Lembaga Pendidikan Ar Rohmani Wonosekar yang dipimpin oleh Kepala Sekolah Sugiyono bersama dewan guru.

Kirab budaya tersebut mendapat pengawalan ketat dari Ansor Banser Ranting Wonosekar di bawah komando Ketua Ansor Sahabat Syukri dan Satuan Koordinasi Kelompok (Sarkopok) Sahabat Zamroni. Sebanyak 50 personel Banser diterjunkan untuk menjaga keamanan jalannya acara.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan yang dipimpin Ketua MWC Karangawen, Mustofa, dilanjutkan sambutan dari Kepala Desa Wonosekar, Romadon, yang hadir bersama istri. Acara berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 12.00 WIB dengan tertib dan lancar.

Ketua panitia kegiatan, Ikhwan, menyampaikan bahwa kirab budaya ini menjadi ajang kebersamaan serta upaya melestarikan tradisi lokal di tengah masyarakat.

“Kirab ini tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga bentuk pelestarian budaya dan mempererat tali silaturahmi antarwarga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Lembaga Pendidikan Ar Rohmani, Sugiyono, mengungkapkan rasa bangga atas partisipasi para siswa dan guru dalam kegiatan tersebut. Ia menilai kirab budaya menjadi sarana edukasi yang penting bagi peserta didik.

“Kami sangat bangga bisa ikut ambil bagian dalam kirab budaya ini. Kegiatan seperti ini sangat positif untuk menanamkan nilai kebersamaan, cinta budaya, serta membangun karakter anak sejak dini,” kata Sugiyono.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan siswa dalam kegiatan masyarakat menjadi bagian dari pembelajaran di luar kelas.

“Anak-anak tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga belajar langsung di tengah masyarakat. Ini menjadi pengalaman berharga bagi mereka untuk mengenal budaya lokal dan memperkuat rasa kebersamaan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Sugiyono berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun dengan partisipasi yang lebih luas.

“Kami berharap kirab budaya seperti ini bisa terus dilestarikan dan dikembangkan, karena selain menghibur, juga memiliki nilai pendidikan dan budaya yang sangat penting bagi generasi muda,” tuturnya.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan penampilan berbagai drumb band, di antaranya Drumb Band MJP dari Grobogan yang dipimpin Muis, Drumb Band Banser di bawah pimpinan Mahsum, serta Drumb Band Joko Tingkir Banser Karangawen yang dipimpin PAC GP Ansor setempat.

Selain kirab, rangkaian kegiatan Sedekah Bumi Apitan Desa Wonosekar Tahun 2026 juga diisi dengan berbagai agenda lanjutan. Pada Sabtu (2/5/2026) digelar ziarah tokoh masyarakat serta pembacaan tahlil di rumah kepala desa. Sementara pada Minggu (3/5/2026), kegiatan dilanjutkan dengan tahlil umum dan doa bersama, pagelaran wayang kulit dengan lakon “Romo Tambak”, hingga hiburan campursari dari Jepara.

Acara juga menghadirkan tausiyah oleh KH. Amin Maulana Budi Harjono dari Semarang, serta ditutup dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon “Wahyu Katentreman” oleh dalang Ki Pandu Beling.

Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di halaman rumah Kepala Desa Wonosekar dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Panitia pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi, sehingga kegiatan budaya tahunan ini dapat berlangsung sukses dan meriah.