Target Adipura, Pemkab Demak Fokus Pengelolaan TPA Sampah

Sekretaris Daerah Kabupaten Demak Akhmad Sugiarto usai Dialog Pelaksanaan CSR BUMD Bidang lingkungan hidup tahun 2023 di Reinz Cafe. Foto: Sam
Demak, arusutama.com – Pemerintah Kabupaten Demak akan fokus tentang pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah, karena TPA sampah selalu menjadi kendala dalam meraih Adipura.
“Kendalanya nilai terendah itu ada di TPA, contohnya seperti yang ada di Kalikondang itu masih tradisional belum ada pengolahannya, sanitary dan pengolah limbahnya juga belum ada. Inilah yang membuat nilai kita jeblok, dan yang namanya lingkungan / peraih Adipura–pasti TPA nya juga bagus,” jelas Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, Akhmad Sugiharto, Jumat (10/11/2023).
Acara rembuk bareng yang berlangsung di Aula Reinz Cafe Demak tersebut juga dihadiri dari Dinas Lingkungan Hidup (LH) dan badan usaha milik daerah (BUMD) yang ada di kabupaten demak serta para komunitas lingkungan.
Selain itu, kurangnya personil juga menjadi tambahan penyebab kendala, belum lagi banyak yang sudah pensiun dan tenaga honorer, sehingga kurang maksimal dalam penanganan lingkungan.
“Kami sudah menganggarkan agar dari Dinas LH segera menyelesaikan pengelolaan sampah, agar sampahnya bisa diubah lebih baik lagi. Selain itu, di setiap desa juga sudah ada anggaran khusus untuk penanganan sampah, namun belum begitu maksimal,” ucap Sugiharto.
Sugiharto berharap, dengan banyaknya komunitas lingkungan bersama BUMD–bisa sinergi dan kolaborasi, karena di demak sendiri juga banyak komunitas lingkungan yang bisa diberdayakan. Apalagi dengan proses TPA baru yang seluas 25,05 hektare akan menjadi TPA modern dengan sistem sanitary landfill yang sebentar lagi akan selesai pengerjaanya.
“Saya yakin, jika itu dikerjakan dengan orang yang sesama cinta dengan lingkungan dan kebersihan, nanti hasilnya akan lebih baik,” ucapnya.
Ia juga mengajak bagi komunitas lingkungan lain yang belum tergabung bisa ikut bersama-sama dalam memperhatikan lingkungan yang bersih juga indah, tentunya dengan koordinasi yang intensif bersama semua stake holder terkait.
“Terpenting adalah kesadaran masyarakatnya sendiri, dengan sinergi ini–semoga menjadi motor penggerak yang baik untuk demak yang lebih bersih dan indah, syukur-syukur bisa meraih Adipura,” pungkasnya. (Sam)
