Banjir Parah di Demak, Danrem 073/Makutarama Turun Tangan

Komandan Korem 073/Makutarama Kolonel Inf Purnomosidi bersama Dandim 0716/Demak Letkol Kav Maryoto melakukan peninjauan di lokasi banjir. Foto: Ist.
ARUSUTAMA.com – Banjir melanda sebagian wilayah Kabupaten Demak, Jawa Tengah, akibat jebolnya tanggul sungai Wulan dan Jratun yang merupakan saluran dari Waduk Kedungombo. Banjir yang terjadi ini mengakibatkan kerugian materi dan mengganggu aktivitas warga.
Salah satu wilayah yang terdampak banjir adalah Kecamatan Karanganyar. Di sini, Komandan Korem 073/Makutarama Kolonel Inf Purnomosidi bersama Dandim 0716/Demak Letkol Kav Maryoto melakukan peninjauan dan evakuasi korban banjir.
Kolonel Purnomosidi mengatakan bahwa banjir di Karanganyar sangat serius. Air yang meluap dari sungai menggenangi rumah dan sawah warga. Bahkan, jalan raya yang menghubungkan Demak dan Kudus tidak bisa dilalui karena terendam air.
“Kita lihat sendiri, banjirnya sangat parah. Jalan pantura Demak – Kudus tidak bisa dilewati. Menurut laporan Dandim, ada beberapa titik di mana air setinggi dua meter. Ini sangat membahayakan warga yang tinggal di sini,” ujar Kolonel Purnomosidi, Jumat (9/2/2024).
Untuk membantu warga yang terkena dampak banjir, Kolonel Purnomosidi menginstruksikan Kodim 0716/Demak untuk mengerahkan seluruh personelnya. Kodim 0716/Demak juga bekerja sama dengan BPBD dan relawan untuk membuat dapur umum, posko bencana, dan fasilitas kesehatan.
“Kita harus saling bantu di sini. Tim dari BPBD dan relawan sudah bergerak cepat untuk mengevakuasi warga yang terisolir atau belum terevakuasi. Jika ada yang masih terjebak banjir, silakan hubungi posko atau Dandim. Kita akan segera datang untuk menolong,” kata Kolonel Purnomosidi.
Kolonel Purnomosidi juga meminta Dandim untuk berkoordinasi dengan Pemkab Demak, Polres, dan BPBD dalam pelaksanaan evakuasi. Ia berharap evakuasi dapat berjalan lancar dan aman, dengan menggunakan peralatan yang memenuhi standar.
“Koordinasi sangat penting di sini. Kita harus mengikuti arahan dari Bupati Demak sebagai penanggungjawab wilayah bencana. Kita juga harus melaporkan perkembangan situasi dan kondisi banjir ini ke komando atas,” tutur Kolonel Purnomosidi.
Sumber banjir di Demak adalah curah hujan yang tinggi beberapa hari lalu, serta air kiriman dari wilayah selatan Kabupaten Demak yang bermuara di Waduk Kedungombo. Hal ini menyebabkan tanggul sungai Wulan dan Jratun tidak mampu menahan debit air yang meluap. (Pen/Sam)
