Turun ke Banjir, Kabinda Jateng Ajak Masyarakat Berdonasi dan Beri Trauma Healing

IMG-20240215-WA0052

Kabinda Jateng, Brigjen Sulaiman menyerahkan bantuan di posko banjir BIN Jateng. Foto: Ist.

ARUSUTAMA.com – Banjir yang melanda Kabupaten Demak, Jawa Tengah, telah berlangsung selama seminggu. Sebagian warga ada yang terisolasi dan kesulitan mendapatkan bantuan. Melihat kondisi ini, Kepala Badan Intelijen Negara Jawa Tengah (Kabinda Jateng), Brigjen Sulaiman, tidak tinggal diam. Ia langsung turun ke lokasi banjir di desa Cangkring Rembang, Kecamatan Gajah, pada Kamis (17/2/2024).

Dengan mengenakan baju hitam dan baret merah, Brigjen Sulaiman menyusuri gang-gang yang tergenang air setinggi lutut. Ia menyapa warga yang sebagian masih bertahan di rumah mereka yang terendam air. Ia juga memberikan bantuan berupa makanan, dan bantuan lainnya.

Brigjen Sulaiman mengaku prihatin dengan situasi bencana banjir di Demak. Ia mengatakan bahwa kondisi di desa tersebut sangat menyedihkan. Dirinya berharap ada perhatian dan bantuan dari semua pihak untuk meringankan beban warga yang terkena banjir.

“Saya melihat kondisi di sini sangat menyedihkan. Rumah-rumah terendam air, warga kesulitan mendapatkan kebutuhan sehari-hari. Saya mengimbau kepada relawan, donatur, dan semua elemen masyarakat untuk berempati dan berdonasi membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujarnya.

Brigjen Sulaiman juga menekankan pentingnya penanganan banjir yang serius dan berkelanjutan. Ia mengatakan bahwa banjir tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga dampak psikologis bagi warga. Dirinya mencontohkan bahwa banyak warga yang mengalami trauma akibat banjir.

“Banjir ini harus ditangani secara bersama-sama dan cepat. Tidak hanya masalah infrastruktur, tetapi juga masalah psikis warga. Oleh karena itu, BIN akan bekerja sama dengan Kodam dan Polda untuk melakukan trauma healing bagi korban banjir. Kami ingin mengembalikan semangat dan kepercayaan diri warga,” tuturnya.

Selain turun langsung ke lokasi banjir, Brigjen Sulaiman juga mendirikan posko bantuan di Ngaluran Gajah. Posko ini menjadi pusat koordinasi dan distribusi bantuan untuk warga terdampak banjir. Setiap hari, posko ini menyediakan bantuan makan siang dan bantuan lainnya secara berkelanjutan. (Sam)