Tular Nalar Mafindo dan PC PMII Demak Gencarkan Literasi Digital untuk Pemilih Potensial

PC PMII Demak bersama Tular Nalar Mafindo saat gelar Sekolah Kebangsaan di Aula SMA Miftahul Huda Jogoloyo, Senin (2/9). Foto: Sam
ARUSUTAMA.com – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Demak bekerja sama dengan Tular Nalar Mafindo sukses menggelar Sekolah Kebangsaan di Aula SMA Miftahul Huda Jogoloyo, Wonosalam, Demak, Senin (2/9).
Acara ini diikuti oleh puluhan siswa-siswi kelas 12 yang mendapatkan wawasan berharga dari kakak-kakak PMII Demak.
Kegiatan ini bukan sekadar pendidikan biasa, melainkan sebuah gerakan yang bertujuan untuk menanamkan kebiasaan berpikir kritis dalam menghadapi derasnya arus informasi di era digital.
Mafindo, sebagai mitra, memberikan informasi mendalam terkait pemilu, demokrasi, serta cara menghindari berita hoaks. Materi disampaikan oleh fasilitator yang berkompeten, terutama karena peserta acara adalah pemilih potensial berusia 17-19 tahun.
Menurut Dian Anggi Prasetya, salah satu panitia Sekolah Kebangsaan, kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya membangun pemilih yang lebih kritis dan bijak dalam mengonsumsi informasi.
“Dengan meningkatnya akses internet, risiko penyebaran hoaks semakin tinggi. Oleh karena itu, pendidikan dan literasi digital menjadi kunci untuk menangkal ancaman ini,” jelas Anggi.
Ketua PC PMII Demak, Najib Musthofa, juga menekankan pentingnya edukasi pemilih baru, terutama dalam memahami hukum terkait penyebaran berita saat pemilu.
“Sekolah Kebangsaan ini efektif meningkatkan pengetahuan kebangsaan, kepemiluan, dan mendorong siswa untuk bersikap kritis dalam menghadapi informasi yang seringkali menyesatkan di media,” ujar Najib.
Selain materi, acara ini juga dilengkapi dengan workshop interaktif yang mengajarkan cara mengidentifikasi berita palsu. Para peserta diajak untuk berperan aktif dalam diskusi dan berbagi pengalaman seputar tantangan di lingkungan digital sehari-hari. Diskusi kelompok dan presentasi yang dipandu oleh panitia dan fasilitator semakin memperdalam pemahaman siswa.
Sekolah Kebangsaan ini diharapkan menjadi langkah awal yang signifikan dalam menciptakan generasi muda yang melek informasi dan mampu bersikap bijak dalam menghadapi berbagai isu di masa depan, khususnya terkait pemilu.
