Bupati Demak Minta Normalisasi 48 Km Sungai Wulan, Baru 30 Km Dikerjakan

Bupati Demak bersama stakeholder terkait bahas pengendalian banjir Sungai Wulan. Foto: ist
ARUSUTAMA.com – Bupati Demak, Eisti’anah, menegaskan komitmennya dalam pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan dengan memimpin sosialisasi dan konsolidasi Flood Management in North Java Project (FMNJP) di Gedung Gradhika Bina Praja Demak, Rabu (12/2/2025).
Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya perbaikan infrastruktur pengairan untuk mencegah banjir yang kerap melanda Demak.
Bupati Eisti’anah mengungkapkan bahwa Kabupaten Demak memiliki 42 sungai, 65 afvour, 31 embung, 17 checkdam, enam bendung gerak, dan empat bendung karet. Namun, tantangan dalam pemeliharaan dan pengelolaan infrastruktur pengairan masih menjadi pekerjaan besar yang harus segera ditangani.
“Penanganan banjir harus menjadi prioritas utama. Kami mencatat beberapa titik kritis, seperti Saluran Induk Klambu Kiri dengan 25 titik, Daerah Irigasi Sedadi, serta beberapa sungai besar lainnya yang membutuhkan rehabilitasi. Kami berharap adanya langkah permanen untuk perbaikan tanggul yang jebol serta pengerukan sedimen guna mengurangi risiko banjir di masa mendatang,” jelas Bupati Eisti’anah.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Demak tetap berkomitmen melakukan normalisasi dan pemeliharaan infrastruktur pengairan.
“Pasca banjir tahun lalu, kami telah menormalisasi afvour dan saluran pada 43 titik dengan total panjang sekitar 61 km. Ini adalah langkah nyata kami untuk melindungi masyarakat dari dampak banjir,” ujarnya.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Fikri Abdurrachman, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa pihaknya tengah fokus pada pengendalian banjir di Sungai Wulan dan Sungai Satreyan.
“Kami sedang mengerjakan proyek ini mulai dari Jembatan Tanggulangin hingga hilir sepanjang 30 km, dan diharapkan dapat rampung pada tahun 2026,” kata Fikri.
Hal senada, Camat Karanganyar, Ungguh, menyambut baik program ini, meskipun menyoroti masih adanya tanggul yang meleset di beberapa wilayahnya.
“Normalisasi sungai Wulan memang telah berjalan, tetapi baru mencakup 30 km dari total 48 km. Kami juga menemukan beberapa tanggul yang meleset dan berharap segera mendapat tindak lanjut,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, Akhmad Sugiharto, yang bertindak sebagai moderator, menekankan pentingnya transparansi dalam progres pekerjaan normalisasi sungai.
“Kami berharap ada normalisasi pada sungai yang membentang dari Sayung hingga Karangtengah, yang dikenal rawan banjir, terutama di daerah Sayung. Data yang jelas sangat diperlukan agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat,” tegasnya.
Acara ini turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan dari Dandim 0716/Demak, Kapolres Demak, serta sejumlah instansi pemerintah. (Sm)
