Bertambah Peserta Setiap Tahun, Pesantren Ramadhan Lansia di MAD Makin Diminati
Peserta pesantren ramadhan lansia di Masjid Agung Demak. Foto: ist
ARUSUTAMA.com – Bulan Ramadhan menjadi momen berharga bagi para lansia untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah. Hal ini dirasakan oleh 127 santri dan santriwati lanjut usia yang mengikuti Pesantren Ramadhan di Masjid Agung Demak (MAD). Berasal dari berbagai daerah, bahkan luar Jawa, mereka datang dengan satu tujuan: beribadah dengan lebih khusyuk dan nyaman di masjid bersejarah ini.
Salah satu peserta, Farida (63) asal Guntur, Demak, mengaku telah mengikuti pesantren ini selama lima tahun, melanjutkan kebiasaan ibunya yang sudah menjadi santriwati di sini selama 16 tahun.
“Dulu ibu saya yang selalu ikut, sekarang saya dan suami melanjutkan. Setiap tahun suasana di sini semakin baik, lebih tertata, dan lebih nyaman,” ujarnya, Kamis (6/3/2025).
Kisah berbeda dialami oleh H. Asria (64) dari Morodemak. Ia hampir gagal mengikuti program ini karena kuota penuh.
“Saya pikir tidak akan bisa ikut karena sudah ditutup, tetapi Alhamdulillah ada yang mengundurkan diri, jadi saya dihubungi dan bisa bergabung. Saya senang sekali di sini, dari bangun tidur sampai tidur lagi semua diisi dengan ibadah. Fasilitasnya juga sangat nyaman,” tuturnya penuh syukur.
Sejak tanggal 1 Maret hingga 27 Maret 2025, para peserta menjalani berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari shalat berjamaah sebelum sahur, kajian Islam, pengajian, berbuka bersama, hingga shalat tarawih.
Bagi para santri lansia, pengalaman ini memberikan ketenangan dan kesempatan untuk lebih fokus pada ibadah.
“Saya di sini merasa bisa fokus ibadah tanpa terganggu urusan dunia. Anak-anak saya semua sudah berkeluarga, jadi saya dan suami bisa tenang mencari pahala sebanyak mungkin,” tambah Farida.
Seiring waktu, fasilitas pesantren pun semakin membaik. Tahun ini, pihak takmir menyediakan 10 kamar besar, lebih banyak dari tahun sebelumnya yang hanya 8 kamar. Setiap kamar dilengkapi dengan AC, kipas angin, kamar mandi dalam, air panas, serta tempat jemuran, demi kenyamanan peserta.
Pesantren Ramadhan lansia di Masjid Agung Demak telah berjalan lebih dari 30 tahun. Awalnya, banyak jemaah dari berbagai daerah yang tinggal di serambi masjid selama bulan Ramadhan. Namun, melihat kondisi yang kurang tertata, pihak takmir kemudian mengelolanya menjadi program resmi dengan fasilitas yang lebih baik.
Menurut Lurah Pondok Pesantren Ramadhan sekaligus Takmir MAD, H. Muhamad Zaenuri, setiap tahun peminatnya semakin meningkat.
“Pendaftaran selalu membludak, tetapi karena keterbatasan kamar, kami hanya bisa menerima 127 peserta, terdiri dari 26 laki-laki dan 101 perempuan,” jelasnya.
Meskipun program resmi berakhir pada 27 Maret 2025, pengelola tetap memberikan kesempatan bagi peserta yang ingin mengejar malam Lailatul Qadar hingga 29 Maret 2025. (Sm)
