Abon-Abon Warnai Pembuka Grebeg Besar Demak, Pusaka Sunan Siap Dijamas

Secara simbolis Abon-abon diserahkan dari Keraton Surakarta kepada Kasepuhan Kadilangu di Pendopo Notobratan, Rabu (5/6). Foto: Sm
ARUSUTAMA.com – Menjelang pelaksanaan Grebeg Besar Demak 2025, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak menerima tradisi Abon-abon atau penyerahan ubo rampe dari Keraton Kasunanan Surakarta kepada keluarga besar ahli waris Sunan Kalijaga di Pendopo Notobratan Kadilangu, Rabu (4/6/2025).
Pelaksana Harian (Plh) Bupati Demak, Muhammad Badruddin, menyampaikan bahwa penyerahan Abon-abon merupakan salah satu rangkaian prosesi budaya penting sebelum dilaksanakannya penjamasan pusaka peninggalan Sunan Kalijaga.
“Tradisi ini merupakan warisan budaya yang perlu terus dilestarikan. Kita sebagai generasi penerus harus bangga dan menjaga kearifan lokal yang kita miliki,” ujar M Badruddin yang akrab disapa Gus Bad.
Abon-abon sendiri berisi perlengkapan penjamasan, seperti minyak dan bunga, yang akan digunakan dalam prosesi penjamasan pusaka Kyai Cerubuk dan Kotang Ontokusumo — dua peninggalan penting Sunan Kalijaga.
Penjamasan tersebut menjadi puncak dari rangkaian Grebeg Besar yang akan digelar pada Hari Raya Idul Adha mendatang.
Sementara itu, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Adipati (KGPHA) Dipo Kusumo dari Keraton Surakarta menjelaskan, tradisi penyerahan Abon-abon telah menjadi agenda tahunan sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh Wali Songo tersebut.
“Minyak yang digunakan dalam prosesi ini berasal dari buah kelapa yang dipilih khusus di Masjid Agung Surakarta. Kelapa diambil dari pohon yang condong ke utara, sebagai simbol arah kiblat. Proses pembuatannya juga melalui tahapan spiritual,” terangnya.
Sebagai informasi, tradisi Abon-abon merupakan bagian dari pelestarian budaya Islam Jawa dan menjadi warisan tak benda yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Grebeg Besar Demak sendiri dikenal sebagai salah satu event budaya dan keagamaan terbesar di Kota Wali. (Sm)
