Penantian 8 Tahun Berbuah Manis, Gapura Dukuh Kliwonan Kembali Berdiri Megah

Peresmian Gapura HUT RI

Warga Dukuh Kliwonan tumpah ruah merayakan HUT RI ke-80 sekaligus peresmian gapura baru, lambang kebersamaan dan identitas kampung. Foto: Ist.

Semarang, ARUSUTAMA.com – Setelah sempat dibongkar akibat proyek Tol Trans Jawa pada 2017, gapura pintu masuk Dukuh Kliwonan, Kelurahan Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang akhirnya kembali berdiri kokoh. Peresmian gapura dijadwalkan bertepatan dengan perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-80 pada 10 Agustus 2025.

Ketua RW 07 Dukuh Kliwonan, Aris Sumarno, mengungkapkan bahwa gapura yang dibangun secara swadaya pada 2016 ini merupakan simbol kebanggaan dan identitas warga. Namun, setahun kemudian, proyek tol nasional memaksa gapura tersebut dibongkar.

“Saat itu pihak pengembang dan pemerintah kelurahan berjanji akan mengganti gapura usai pembangunan tol. Sayangnya, janji itu tak kunjung terealisasi meski kepengurusan RW berganti hingga dua kali. Warga mendesak agar gapura dibangun kembali secara fisik, bukan hanya kompensasi materi,” kata Aris.

Upaya membangkitkan kembali gapura mulai membuahkan hasil ketika kepengurusan RW saat ini melakukan pendekatan intensif kepada pemerintah kelurahan dan pihak pengembang, PT Waskita Karya.

Tokoh masyarakat setempat, H. Kumaidi, menceritakan bahwa hasil musyawarah warga bersama perwakilan pengembang pada Juni 2025 memutuskan pembangunan gapura kembali dilakukan.

“Keputusan ini diambil demi menghindari kesalahpahaman di masyarakat dan menjaga nama baik pengurus wilayah,” ujarnya.

Pada awal Juli 2025, Lurah Tambakaji Amianus Agus Mariyanto bersama pihak pengembang turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengukuran ulang dan menentukan titik pembangunan. Pembangunan pun segera dimulai, dan kini gapura siap diresmikan.

“Alhamdulillah, akhirnya gapura ini berdiri lagi. Ini hasil dari kerja keras, kekompakan, dan kesabaran seluruh warga Dukuh Kliwonan,” ungkap Kumaidi.

Peresmian nantinya akan dihadiri oleh Lurah Tambakaji, perwakilan pengembang, dan masyarakat setempat. Gapura baru ini diharapkan menjadi lambang kemajuan, persatuan, dan harapan baru bagi warga.

Perwakilan PT Waskita Karya, Yudha Pratama, mengakui pembangunan sempat tertunda akibat kendala administrasi antara Jasa Marga dan PPK.

“Kami minta maaf atas keterlambatan ini. Namun, selama proses pembangunan, warga sangat membantu, bahkan menyediakan makanan dan minuman bagi para pekerja,” tuturnya.