Kasus Kriminal dan Gangguan Ketertiban Meningkat, Polres Demak Perkuat Strategi Penegakan Hukum

Polres Demak

Polres Demak menyampaikan evaluasi dan capaian kinerja 2025 kepada media dalam Rilis Akhir Tahun di Aula Wicaksana Laghawa, Selasa (30/12). Foto: Sm

ARUSUTAMA.com – Polres Demak menyoroti sejumlah tren peningkatan pada dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat sepanjang 2025. Data yang dipaparkan dalam Rilis Akhir Tahun menunjukkan adanya kenaikan kasus kejahatan, gangguan ketertiban umum, hingga pengungkapan kasus narkoba, yang mendorong kepolisian memperkuat langkah penegakan hukum dan upaya pencegahan di tahun mendatang.

Sepanjang 2025, angka kejahatan tercatat 1.245 kasus, atau meningkat 9,79 persen dibanding 2024 yang berjumlah 1.134 kasus. Kapolres Demak AKBP Ari Cahya Nugraha menyebut, peningkatan kasus kriminal itu menjadi cerminan bahwa ancaman tindak kejahatan masih tinggi dan membutuhkan strategi penanganan yang adaptif.

Tak hanya jumlah kasus, penyelesaian perkara juga mengalami peningkatan. Pada 2025, Polres Demak mencatat kenaikan 8,29 persen perkara yang berhasil dituntaskan dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan ini sekaligus menunjukkan bahwa beban perkara yang bertambah diimbangi dengan peningkatan kualitas penanganan.

“Kami tidak menutup mata terhadap naiknya angka kejahatan. Karena itu, peningkatan penyelesaian perkara menjadi bukti komitmen kami dalam menjawab tantangan tersebut,” ujar Kapolres Ari Cahya Nugraha dalam pemaparan di Aula Wicaksana Laghawa, Selasa (30/12/2025).

Gangguan ketenteraman dan ketertiban umum juga memperlihatkan tren meningkat. Tahun 2025 mencatat 103 gangguan, naik 3,88 persen dari periode sebelumnya. Kenaikan ini bersumber dari berbagai faktor, termasuk dinamika sosial dan aktivitas masyarakat yang semakin kompleks.

Di bidang peredaran narkoba, pengungkapan kasus dan jumlah tersangka yang ditangkap juga naik, menegaskan bahwa ancaman narkotika semakin meresahkan. Sepanjang 2025, 69 tersangka berhasil diamankan bersama barang bukti narkotika, psikotropika, hingga bahan kimia berbahaya.

Menurut Kapolres, peningkatan ini tidak hanya menunjukkan luasnya jaringan narkoba, tetapi juga komitmen Polres Demak dalam menindak secara tegas.

“Narkoba adalah ancaman nyata. Semakin banyak yang terungkap, semakin besar tanggung jawab kami untuk memutus mata rantainya,” tegas Kapolres.

Di luar aspek kriminalitas, peningkatan juga tercatat pada kontribusi Polres Demak terhadap program strategis. Melalui Program Mageri Segoro, jumlah penanaman mangrove meningkat menjadi 12.500 pohon, memperkuat upaya rehabilitasi pesisir dan mitigasi abrasi.

Sementara itu, peran Polres dalam menjaga ketahanan pangan juga makin besar melalui penyaluran 201.542 paket beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), atau setara 1.007,71 ton.

Meski beberapa indikator menunjukkan peningkatan positif seperti penanganan perkara, pengungkapan narkoba, dan kontribusi sosial, Polres Demak tetap mencatat tantangan berupa naiknya gangguan ketertiban dan jumlah tindak kriminal. Berbagai data tersebut menjadi dasar evaluasi untuk memperkuat strategi keamanan di tahun mendatang.

“Kami menerima kenyataan bahwa beberapa indikator meningkat. Namun setiap kenaikan justru menguatkan komitmen kami untuk hadir lebih responsif, profesional, dan dekat dengan masyarakat,” pungkas Kapolres Ari. (Sm)