Ketua Komisi C DPRD Ingatkan Pembangunan Tak Terpengaruh Pandemi

8gInfra-h1.dem

DEMAK – Meski masih dalam kondisi pandemi covid-19, Pemkab Demak diminta untuk tetap menuntaskan program kerja sesuai perencanaan. Utamanya dalam menyelesaikan pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, irigasi dan lainnya.
Ketua Komisi C DPRD Demak, Tatiek Soelistijani mengatakan, pandemi covid-19 tidak bisa dijadikan alasan menunda dan melambatnya pelaksanan pembangunan. Sebab pembangunan daerah tidak boleh berjalan di tempat apalagi mundur. Lambannya progres pembangunan akan berdampak buruk bagi kemajuan daerah.
Menurutnya selain jalan dan jembatan yang masih menjadi PR yang belum terselesaikan, terdapat pula pembangunan inprastruktur lain yang memerlukan perhatian segera. Seperti sejumlah pintu air dan siphon yang macet dan tidak bisa berfungsi normal. Sementara pintu air sangat diperlukan untuk mendukung keberlangsungan irigasi dan termasuk mengatur air agar tidak terjadi banjir.
“Pintu air dan siphon yang seperti itu banyak ditemukan di wilayah Kecamatan Sayung dan beberapa kecamatan lain. Ini harus jadi prioritas,” katanya seusai menjadi nara sumber dalam talkshow bersama Akhmad Sugiharto, ST MT Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Demak yang juga Plt Kadin PU Tata Ruang di RSKW, kemarin.
Anggota DPRD dari Fraksi PDIP Demak tersebut juga mendesak Pemkab Demak untuk membuat nota kesepahaman MoU bersama Pemprov Jateng utamanya BBWS terkait penanganan sungai. Seperti diketahui sejumlah sungai yang menjadi kewenangan BBWS melintas di wilayah Kabupaten Demak. Tidak jarang kondisi sungai yang kurang mendapat perhatian berdampak buruk bagi masyarakat dan daerah.
Dia mencontohkan bencana banjir yang kerap terjadi di Desa Sayung diakibatkan oleh meluapnya sungai Dolok. “Maka perlu ada MoU agar jika terjadi sesuatu Pemkab Demak yang punya wilayah berhak untuk mengambil langkah strategis. Tanpa adanya kesepahaman bersama, Pemkab Demak tidak bisa berbuat apa-apa,” sarannya.
Termasuk sungai yang berada di perbatan Kabupaten Demak dan Kudus. “Mestinya di sungai tersebut bisa ditata sedemikian rupa oleh Pemkab karena menjadi muka atau pintu masuk Kabupaten Demak,” tuturnya.
Sementara Sugiharto mengatakan, Pemkab Demak berkomitmen untuk merealisasi seluruh program sesuai target dan rencana. Pembangunan infrastruktur masih menjadi bagian dari prioritas program karena diyakini efek dan manfaatnya sangat besar dalam mendukung peningkatan ekonomi rakyat.
“Selama pandemi covid-19 pun pelaksanaan pembangunan ditargetkan bisa selesai 100%. Artinya kami total dalam mencapai target,” katanya.
Dia mengaku bangga terhadap warga Demak yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah.
“Seperti warga di sekitar lokasi rob di Sayung, mereka sangat bersemangat ikut membangun desanya. Di wilayah Sayung ada tiga desa yang masuk dalam program kota tanpa kumuh (kotaku),” ungkap Sugiharto.(Sam)