Warga Keluhkan Banyaknya Juru Parkir Di Pasar Blauran

Salatiga – PENGELUARAN untuk parkir di Pasar Blauran satu dan dua, Salatiga, oleh warga dinilai cukup besar. Bukan lantaran tingginya nominal retribusi parkir, namun kenyataan yang memberatkan warga tersebut lebih disebabkan oleh jumlah juru parkir yang terlalu banyak.
Dyah Handayani (44), warga Butuh Salatiga menyampaikan, uang untuk parkir di Pasar Blauran yang dikeluarkannya setiap hari mencapai Rp 10.000. Nominal sebesar itu dia keluarkan untuk 10 juru parkir di titik berlainan yang jaraknya relativ dekat.
“Sekali parkir Rp 1.000. Hanya saja, setiap titik parkir jaraknya terlalu dekat. Hampir setiap lapak, depannya pasti ada juru parkir. Sedangkan saya harus belanja di beberapa lapak, mau tak mau harus keluar uang parkir yang cukup besar,” ungkapnya.
Wanita yang dikeseharian berjualan nasi pecel itu mengaku setiap pagi berbelanja di Pasar Blauran. Lantaran belanjaannya cukup banyak, ia pun tak memarkirkan motor di satu titik parkir.
“Berat rasanya kalau harus berjalan kaki sambil menenteng belanjaan. Makanya saya naiki motor berpindah-pindah dari satu lapak ke lapak lainnya,” ujarnya.
Menurut Dyah, diperlukan adanya campur tangan Pemerintah Kota Salatiga dalam pengelolaan parkir di kawasan Pasar Blauran satu maupun dua. Semisal, pemkot memberlakukan pengelolaan parkir satu pintu ataupun kebijakan lain yang sekiranya tidak memberatkan warga.
“Campur tangan pemkot dibutuhkan agar beban warga dapat terkurangi, sekaligus untuk mengakomodasi para juru parkir. Toh mereka juga butuh penghasilan,” pungkasnya. (Anang)
