Banjir Demak Belum Reda, Warga Diminta Sabar Mengungsi di Posko

Salah satu Posko Siaga Bencana yang berada di Pinggir Jalan tepatnya di Desa Cangkring. Foto: Sam
ARUSUTAMA.com – Sebanyak 35 desa di 7 kecamatan di Kabupaten Demak yang terendam banjir sejak beberapa hari lalu, kini mulai mengalami penurunan ketinggian air. Hal ini juga berlaku untuk Jalan Pantura yang melintasi Kecamatan Karanganyar, yang sempat terputus akibat banjir.
Hal ini disampaikan oleh Letkol Kav Maryoto, Komandan Kodim 0716/Demak, yang bertugas sebagai koordinator penanganan bencana di wilayah tersebut. Ia mengatakan bahwa air banjir mulai surut karena tidak ada hujan di daerah hulu sungai atau wilayah selatan Kabupaten Demak.
“Debit air sungai Wulan dan sungai Jratun alur saluran Waduk Kedungombo tidak bertambah, sehingga air banjir bisa mengalir. Selain itu, air banjir juga tersebar ke daerah yang lebih luas, sehingga ketinggiannya berkurang,” ujar Maryoto saat ditemui di posko bencana SMK Ganesha Gajah, Minggu (11/2/2024).
Maryoto menambahkan bahwa tanggul yang jebol di beberapa titik juga sudah diperbaiki oleh tim gabungan TNI, Polri, dan BPBD. Ia mengatakan bahwa Pangdam dan Pj. Gubernur juga sudah meninjau langsung lokasi tanggul yang jebol.
Meskipun demikian, Maryoto mengimbau agar warga yang mengungsi di posko-posko yang disediakan masih tetap berada di sana, sampai air benar-benar surut dan kondisi aman untuk kembali. Ia mengatakan bahwa ketinggian air di beberapa titik masih mencapai 1,5 meter lebih.
Salah satu warga yang mengungsi di posko TNI di komplek SMK Ganesha Gajah, Agus, mengaku belum bisa pulang ke rumahnya, meski air banjir sudah mulai surut. Ia mengatakan bahwa jalan menuju desanya masih tergenang air dengan ketinggian sekitar 1 meter.
“Kami sekeluarga masih menunggu di posko ini pak. Kami harap air segera surut, jalan bisa dilewati, dan kami bisa kembali ke rumah pak,” tuturnya. (Sam)
