Banjir Demak Jadi Perhatian Kapolda dan Pangdam, Ini Langkah-langkah yang Dilakukan

IMG-20240212-WA0063

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi dan Pangdam IV / Diponegoro Mayjen TNI Tandyo Budi Revita saat berikan trauma healing kepada para pengungsi. Foto: Ist.

ARUSUTAMA.com – Banjir yang melanda Kabupaten Demak mendapat perhatian khusus dari Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi dan Pangdam IV / Diponegoro Mayjen TNI Tandyo Budi Revita. Keduanya langsung turun ke lokasi banjir untuk melihat kondisi terkini dan memberikan bantuan, Senin (12/2/2024) pagi.

Menggunakan helikopter, Kapolda dan Pangdam terlebih dahulu melakukan survei udara untuk melihat kerusakan tanggul-tanggul sungai dan dampak banjir di Kecamatan Karanganyar dan Gajah. Setelah itu, mereka mendarat di desa Gajah, Kecamatan Gajah, untuk meninjau dapur lapangan Brimob, trauma healing, dan pengobatan gratis yang diselenggarakan oleh Biddokkes Polda Jateng.

Selain itu, Kapolda dan Pangdam juga mengadakan rapat koordinasi dengan Forkompinda Demak untuk membicarakan situasi terbaru dan rencana pemungutan suara Pemilu bagi warga yang terkena banjir. Dalam kesempatan itu, Kapolda Ahmad Luthfi menyampaikan beberapa langkah yang telah dan akan dilakukan untuk membantu warga.

Menurut Kapolda, masih ada banyak warga yang enggan meninggalkan rumahnya meski terendam banjir. Untuk itu, pihaknya akan menambah jumlah perahu karet untuk melakukan patroli dan mengantisipasi tindak kriminalitas. Selain itu, pihaknya juga akan berupaya memperbaiki tanggul-tanggul yang jebol dan menyediakan obat-obatan dan pakaian bagi pengungsi.

Kapolda juga mengungkapkan bahwa mobilitas pengungsi yang sering berubah-ubah sesuai dengan debit air perlu diatasi dengan menyediakan lokasi pengungsian yang besar dan representatif. Hal ini sudah dibahas dengan bupati dan akan segera direalisasikan.

Sementara itu, terkait pemungutan suara Pemilu, Kapolda mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan KPUD Jateng untuk mengajukan pencoblosan susulan di desa-desa yang terdampak banjir. Namun, keputusan akhir ada di tangan KPU pusat.

Kapolda juga menambahkan bahwa pihaknya sudah siap mengamankan pencoblosan susulan jika nanti terjadi. Ia juga menyebutkan bahwa status TPS akan disesuaikan dengan situasi daerah. Jika ada TPS yang awalnya kurang rawan menjadi rawan karena bencana, maka personel pengamanan akan ditambah. (Sam)