Ida Nur Sa’adah Dukung Harokah Center dan Penguatan Perda Pesantren

Suasana kegiatan Peningkatan Kualitas Pengawasan Pelaksanaan Perda DPRD Provinsi Jawa Tengah di Gedung Srikandi Tembiring, Demak, Jumat (22/5/2026). Ketua Komisi D DPRD Jateng, Ida Nur Sa’adah, menyoroti persoalan infrastruktur, abrasi pesisir, hingga penguatan Perda Pesantren dalam forum bersama kader IKA-PMII Demak. Foto: Sam
ARUSUTAMA.com – Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah, Ida Nur Sa’adah menegaskan pentingnya penguatan pengawasan pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda), khususnya Perda Pesantren, dalam kegiatan peningkatan kualitas pengawasan pelaksanaan perda yang digelar di Gedung Srikandi Tembiring, Bintoro, Demak, Jumat (22/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 60 kader IKA-PMII se-Kabupaten Demak dari 14 PAC dan menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus diskusi mengenai pembangunan daerah, pesantren, hingga persoalan lingkungan pesisir.
Dalam pemaparannya, Ida Nur Sa’adah menyampaikan sejumlah persoalan yang masih menjadi perhatian di Kabupaten Demak, mulai dari infrastruktur jalan rusak, banjir akibat sipon buntu, hingga abrasi di kawasan pesisir utara Jawa.
Menurutnya, DPRD Provinsi Jawa Tengah terus mendorong penanganan abrasi melalui program pembangunan hybrid seawall yang dikombinasikan dengan penanaman mangrove. Program tersebut juga melibatkan akademisi, termasuk dari Universitas Diponegoro (UNDIP), dalam kajian lingkungan dan teknik restorasi pesisir.
“Kami ikut mendukung penanganan abrasi dan penanaman mangrove di wilayah pesisir Demak. Ini penting untuk melindungi masyarakat pesisir dari dampak rob dan gelombang laut,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga mendukung pengadaan pompa berbasis panel surya sebagai solusi efisiensi biaya operasional pompa air di wilayah rawan banjir dan rob. Tidak hanya itu, sebanyak 17 rumah apung juga telah diadakan untuk masyarakat pesisir Demak.
Ida turut menyoroti persoalan sipon buntu yang selama ini menyebabkan banjir di wilayah Wonorejo dan Karanganyar. Ia menyebut persoalan tersebut telah diusulkan dan ditargetkan dapat diselesaikan pada tahun 2027.
Perempuan asli Demak itu juga mengungkapkan komitmennya untuk membantu pembangunan Gedung Harokah Center yang digagas PC IKA-PMII Demak.
“Saya mendapat informasi bahwa IKA-PMII akan membangun gedung sekretariat. Kami tentu ikut tergerak membantu agar cita-cita itu bisa segera terwujud,” katanya.

Sementara itu, Ketua PC IKA-PMII Demak, Hasan Hamid menilai Perda Pesantren perlu mendapat pengawalan serius dari seluruh elemen masyarakat, khususnya kalangan santri dan alumni PMII.
Menurutnya, pesantren saat ini tengah menghadapi berbagai sorotan negatif sehingga diperlukan langkah nyata untuk menjaga citra baik pesantren sebagai benteng pendidikan Islam dan Nahdlatul Ulama.
“Ketika pesantren mendapat sorotan negatif, kita tidak boleh diam. Kita harus aktif menyuarakan hal-hal positif dan ikut mengawal perda pesantren agar benar-benar berjalan,” ujarnya.
Hasan juga menyebut PKB menjadi salah satu partai politik yang aktif mendorong program pesantren ramah anak dan anti kekerasan seksual hingga ke tingkat bawah.
Dalam forum tersebut, Hasan Hamid turut menyampaikan dukungannya kepada Ida Nur Sa’adah untuk terus mengambil peran lebih besar dalam pembangunan Kabupaten Demak, termasuk harapan agar dapat maju dalam kontestasi Pilkada Demak mendatang.

Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan konsolidasi yang menghadirkan narasumber Nur Hidayah dan Muzani Ali Shodiqin. (Sam)
