Banjir Hambat Pemilu di Demak, KPU Siapkan Skenario PSS di 9 Desa

20240211_143654

Ketua KPU Demak, Siti Ulfaati bersama PPK Karanganyar saat tinjau lokasi banjir, Minggu (11/2). Foto: Sam

ARUSUTAMA.com – Hujan deras yang mengguyur daerah hulu dan Kabupaten Demak sejak seminggu lalu menyebabkan banjir di beberapa wilayah. Banjir ini berdampak pada persiapan Pemilu 2024 yang tinggal dua hari lagi. Sebanyak 9 desa di Demak harus bersiap untuk melakukan Pemungutan Suara Susulan (PSS) karena terendam banjir.

Menurut Anggota KPU Demak Divisi Hukum dan Pengawasan, Abdul Latif, mengatakan ada 26.351 calon pemilih yang terdampak banjir di 108 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, seperti Pemda, Kapolres, Dandim, dan BPBD, untuk memastikan PSS dapat dilaksanakan paling lambat 10 hari setelah hari H.

“Kami sudah siapkan segala sesuatunya, termasuk dokumen-dokumen yang hilang akibat banjir. Kami juga sudah bentuk badan Ad Hoc untuk membantu proses pemungutan suara di lapangan,” kata Abdul Latif.

Abdul Latif juga membantah adanya penolakan dari tiga desa, yaitu Ngaluran, Kedungwaru Kidul, dan Kedungwaru Lor, untuk mengikuti Pemilu 2024. Ia menjelaskan bahwa ketiga desa tersebut saat ini menjadi tempat pengungsian bagi warga yang terdampak banjir.

Selain itu, mayoritas yang menjadi relawan adalah penyelenggara badan Ad Hoc, oleh sebab itu, dirinya meminta agar PU dan Forkopimda efektif berkoordinasi untuk memenuhi tenaga relawan menggantikan PPS dan KPPS yang bertugas sebagai relawan.

“Hal itu agar pengungsi bisa terlayani dengan baik dengan mencarikan relawan alternatif, agar relawan yang semula dari penyelenggara badan Ad Hoc bisa fokus mempersiapkan pelaksanaan pemilu. Jadi, kami tidak menolak Pemilu, kami hanya ingin Pemilu berjalan lancar dan aman,” ujar Abdul Latif kepada Arusutama, Senin (12/2/2024).

Data dari KPU Demak menunjukkan bahwa 9 desa yang terdampak banjir dan harus melakukan PSS adalah Wonoketingal, Cangkringrembang, Cangkring, Undaan Kidul, Undaan Lor, Ngemplikwetan, Wonorejo, Karanganyar, dan Ketanjung. (Sam)