BNPB Janjikan Bantuan Perbaikan Rumah bagi Warga Terdampak Banjir Demak

Kepala BNPB, Suharyanto bersama DPR RI Komisi VIII, Abdul Wachid dan Bupati Demak, Eisti'anah di Posko Pengungsian SMK Ganesha. Foto: Sam
ARUSUTAMA.com – Banjir yang melanda Kabupaten Demak, Jawa Tengah, sejak pekan lalu, masih belum surut sepenuhnya. Banjir ini disebabkan oleh jebolnya dua sungai, yaitu Sungai Wulan dan Sungai Lusi, yang saat ini masih menggenangi sejumlah desa di Kecamatan Karanganyar dan Gajah. Banjir ini telah menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat, baik material maupun non-material. Ribuan rumah terendam, ribuan hektare sawah tergenang, puluhan ribu jiwa mengungsi, dan dua orang meninggal dunia akibat banjir.
Untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, bersama dengan jajaran pejabat tinggi di lingkungan BNPB dan DPR RI Komisi VIII, Abdul Wachid, mengunjungi lokasi banjir dan posko pengungsian di SMK Ganesha, Rabu (21/2/2024). Mereka menyerahkan bantuan berupa sembako, pakaian, selimut, peralatan sekolah, dan lain-lain kepada para korban banjir. Mereka juga didampingi oleh Bupati Demak Eisti’anah beserta jajarannya.
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menangani banjir di Demak, seperti menyedot air ke sungai, menutup tanggul yang jebol, dan menggunakan teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk mengurangi intensitas hujan. Ia juga menjanjikan bantuan perbaikan rumah bagi warga yang mengalami kerusakan akibat banjir, sesuai dengan kondisi parahnya. Dirinya berharap, dalam waktu dekat, banjir bisa surut dan warga bisa kembali ke rumahnya masing-masing.
“Misalnya rusak berat, itu satu rumah dapat 60 juta, kalau rusaknya sedang 30 juta, kalau ringan 15 juta, ini karena terendam berhari-hari, misal ada yang hancur, lewat ibu Bupati mengajukan ke BNPB dan akan ada penggantian. Dan bagi rumahnya yang rusak segera mendaftar agar bisa mendapat perbaikan. Mudah-mudahan setelah surut bekal 3 sampai 7 hari ini benar-benar bisa kita penuhi,” ujar Suharyanto.
Sementara itu, anggota DPR RI Komisi 8 Abdul Wachid mengucapkan rasa empati dan prihatin dengan bencana banjir yang melanda Demak. Ia mengatakan, pihaknya telah meminta bantuan kepada Kementerian Sosial untuk menyediakan peralatan sekolah bagi anak-anak yang terdampak banjir. Ia juga menyatakan, pihaknya akan terus memperhatikan dan membantu bantuan dari pusat untuk meringankan pemerintah daerah Kabupaten Demak, termasuk ketersediaan peralatan pompa air.
“Untuk peralatan anak sekolah dari mulai Paud, TK, SD maupun SMP yang peralatannya tidak terselamatkan, akan kami bantu, kami sudah minta bantuan kepada Kemensos dan Alhamdulillah sudah mendapatkan sebagian yang insyaallah besok akan saya serahkan di lokasi,” kata Abdul Wachid.
Salah satu warga Desa Wonoketingal, Sokib, yang mengungsi di SMK Ganesha, menyampaikan terima kasih kepada TNI, relawan, dan pihak-pihak yang membantu para korban selama di pengungsian. Dirinya berharap, setelah mengungsi, mereka bisa mendapat bantuan untuk membersihkan rumah yang berantakan dan mendapat peralatan sekolah yang baru.
“Terima kasih terhadap TNI, relawan dan yang membantu ditempatkan di SMK Ganesha, Alhamdulillah selama di sini diperlakukan dengan baik, segala keperluan kami dipenuhi, dan Alhamdulillah dibantu ruang pengungsian mulai, mandi, makan, tidur, baju dan lainnya,” ungkap Sokib.
Selain menyerahkan bantuan, Suharyanto dan rombongan BNPB juga meninjau lokasi banjir di Dukuh Kedung Banteng, Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, yang merupakan salah satu desa yang paling parah terendam air. (Sam)
