Demak Banjir Lagi: Enam Kecamatan dan Tujuh Belas Desa Terendam

Korban terdampak banjir di desa Prampelan saat di evakuasi relawan BPBD Demak menuju Pengungsian. Foto: Sam
ARUSUTAMA.com – Kabupaten Demak yang belum lama ini merasakan dampak banjir, kembali diuji dengan bencana serupa. Hujan lebat yang turun tanpa henti, diperparah oleh angin kencang, telah memicu kenaikan debit air di beberapa sungai, menyebabkan banjir di berbagai penjuru kabupaten. Infografis terkini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang dirilis hari ini, Kamis (14/3).
Dampak banjir kali ini terasa di enam kecamatan dan tujuh belas desa. Diantaranya di Kecamatan Demak Kota di desa Betokan, Bintoro, dan Kadilangu terendam; begitu pula dengan desa-desa di Kecamatan Sayung, Mranggen, Karanganyar, Guntur, dan Karangawen. Banjir ini telah mempengaruhi kehidupan 6.817 warga atau 2.166 kepala keluarga, dengan 417 di antaranya terpaksa mengungsi.
Tempat-tempat perlindungan seperti Balaidesa Brumbung, Majlis Glagah Wangi, dan Masjid Al Busyro menjadi tempat tinggal bagi para pengungsi. Sementara itu, fasilitas umum seperti sarana ibadah, kesehatan, pendidikan, dan kantor pemerintahan juga ikut terdampak.
Kebutuhan mendesak seperti makanan, pakaian, dan obat-obatan menjadi prioritas bagi para korban. Sekretaris Daerah Kabupaten Demak, Akhmad Sugiharto, telah menyatakan komitmennya untuk memberikan bantuan segera.
“Situasi saat ini sangat memprihatinkan, namun kami berupaya keras untuk memberikan bantuan secepat mungkin. Kami telah mendirikan Dapur Umum dan bekerja sama dengan Dinsos dan BPBD untuk memastikan bahwa semua warga yang terdampak mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan. Kita semua berharap agar banjir ini segera surut dan tanggul yang jebol dapat segera diperbaiki,” ungkapnya. (Sam)
